Terungkap, Jumlah Pengguna Facebook Messenger

Kompas.com - 25/04/2014, 11:39 WIB
Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg Kimihiro Hoshino/AFPPendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg
|
EditorAditya Panji
KOMPAS.com - Semenjak meluncurkan layanan pesan instan, Facebook selalu bungkam jika ditanya berapa jumlah pengguna aktifnya. Namun pada akhirnya, Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg mau bicara terang-terangan soal Facebook Messenger.

Berbicara di depan para investor, analis, dan awak media, tentang laporan keuangan Facebook kuartal pertama 2014, Rabu (23/4/2014), Zuckerberg mengatakan bahwa hingga kini Facebook Messenger dipakai 200 juta orang di seluruh dunia, semenjak pertama kali diperkenalkan pada 2011 lalu.

Facebook Messenger yang awalnya terintegrasi dalam jejaring sosial Facebook, kini mulai diposisikan sebagai aplikasi mobile yang terpisah.

Dikutip dari CNet, jumlah pengguna Facebook Messenger tersebut kini hampir menyamai jumlah pengguna Instagram, layanan jejaring sosial berbasis foto yang dibeli Facebook pada April 2012 seharga 1 miliar dollar AS.

Pada Februari 2014 lalu Facebook juga mengakuisisi aplikasi pesan instan WhatsApp dengan nilai fantastis 19 miliar dollar AS. Layanan itu dilaporkan memiliki 500 juta pengguna aktif per bulan.

"Facebook pada awalnya fokus pada pertemanan dan konten publik, namun kini dengan Messenger dan WhatsApp, kami harus membuat pendekatan pada konten pribadi juga," terang Zuckerberg.

Dalam kesempatan yang sama, Zuckerberg juga mengungkap rencana Facebook untuk membuat lebih banyak lagi aplikasi yang berdiri sendiri, terpisah dari Facebook.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah Messenger dan Paper, Zuckerberg mengatakan timnya dari Facebook Creative Labs akan membuat berbagai aplikasi dengan fungsi tertentu yang khusus.

Jika aplikasi-aplikasi tersebut nantinya disukai pengguna, dan jumlah adospinya mencapai 100 juta pengguna, maka Facebook akan merancang strategi cara mendapatkan uang dari aplikasi tersebut.

Perusahaan enggan membuat aplikasi yang sejak awal fokus mencari uang, karena langkah ini dirasa tidak menciptakan keterlibatan antara pengguna dengan layanan, tetapi malah membuat penggunanya kabur.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.