Perangkat Tizen Pertama Bakal Hindari Android

Kompas.com - 12/05/2014, 10:55 WIB
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com - Samsung telah mengembangkan sistem operasi mobile-nya sendiri bersama konsorsiumnya. Sistem operasi yang diberi nama Tizen tersebut tak lama lagi akan dirilis oleh Samsung untuk bersaing dengan iOS dan Android.

Menurut sumber The Wall Street Journal, Samsung akan merilis smartphone Tizen pertamanya tersebut di Rusia dan India. Alasannya, Samsung ingin menghindari kompetisi langsung dengan seterunya, Apple dan Android.

"Smartphone Tizen pertama Samsung akan diluncurkan di sebuah acara di Moskow, Rusia," ujar sumber yang tak mau disebut namanya tersebut kepada The Wall Street Journal (11/5/2014). Acara tersebut menurutnya tak berbeda dari peluncuran Smartphone-smartphone Samsung lainnya.

Selain itu, waktu peluncuran smartphone Tizen juga diselenggarakan bersamaan dengan acara konferensi para developer Tizen yang akan diselenggarakan di San Francisco.

Samsung mengembangkan Tizen bersama sejumlah rekanan, termasuk Intel. Tujuannya adalah membuat sistem operasi yang bisa bersaing dengan iOS dan Android.

Walau Samsung memiliki banyak portfolio smartphone Android, namun Samsung tidak bisa bergerak bebas menentukan seperti apa smartphone yang diinginkannya. Sebab, Google juga mengatur penggunaan sistem operasi Android, termasuk aplikasi-aplikasi apa saja yang harus dipasang.

Strategi Samsung dengan Tizen adalah menghindari persaingan langsung dengan Google dan Apple di pasar-pasar besar. Untuk itu, Samsung akan berkonsentrasi di negara berkembang, termasuk Rusia dan India.

Di kedua negara tersebut, Samsung mengklaim memiliki basis yang kuat di pasar smartphone. Selain itu, di negara-negara berkembang, menurut Samsung penduduknya tidak memiliki preferensi terhadap suatu sistem operasi tertentu.

Selama smartphone itu terjangkau dan memiliki aplikasi populer yang juga dimiliki oleh Google Android, maka smartphone tersebut akan banyak diminati, apapun sistem operasinya.

Sebelumnya, smartphone Tizen akan dirilis pada Januari 2014 lalu. Namun Samsung mengatakan saat itu pihaknya tidak mencapai kesepakatan dengan sejumlah operator seluler di masing-masing negara, seperti di Jepang, Perancis, dan Spanyol.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.