Pencabutan Blokir Vimeo Tunggu Perintah Kemenkominfo

Kompas.com - 12/05/2014, 11:51 WIB
Ilustrasi komputer jinjing atau laptop ShutterstockIlustrasi komputer jinjing atau laptop
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak Minggu malam hingga Senin (11/5/2014) pagi, para pengguna Vimeo.com memprotes pemblokiran situs berbagi video tersebut melalui jejaring sosial Twitter. Penyedia jasa internet, termasuk Telkom Speedy, tidak bisa mencabut pemblokiran selama belum ada perintah dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Pihak Telkom mengatakan, pemblokiran Vimeo merupakan tindak lanjut dari surat perintah Kemenkominfo pada 9 Mei 2014, terhadap penyedia jasa internet sejumlah situs web yang terindikasi mengandung unsur pornografi, judi, phising, SARA, atau Proxy.

Vice President Public Relations Telkom Arif Prabowo mengatakan, pihaknya hanya mengikuti perintah dan prosedur yang berlaku. "Apabila ada dalam database Trust+ yang harus diblok, tentu akan kami lakukan pemblokiran. Selama masih ada dalam database tersebut, kami akan mengikuti prosedur juga. Situs tersebut masih tetap diblokir," kata Arif saat dihubungi KompasTekno.

Situs Vimeo.com dikenal sebagai layanan berbagi video yang menampilkan konten beresolusi tinggi. Banyak pekerja kreatif yang menjadikan Vimeo sebagai referensi video bermutu.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Vimeo diblokir karena ada laporan dari tim Trust+ bahwa situs tersebut menampilkan konten pornografi. "Laporan dari tim Trust+ bahwa Vimeo secara eksplisit berisi konten pornografi. Tim Trust+ memberikan instruksi untuk blokir Vimeo," kata Tifatul lewat akun Twitter-nya.

Video seronok?

Para pengguna Twitter mengaitkan pemblokiran ini dengan isu beredarnya video aksi panggung penyanyi dangdut dengan goyang seronok di kampanye salah seorang calon anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera. Video tersebut sudah diblokir di YouTube, tetapi tetap tersedia di Vimeo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Tifatul membantah jika pemblokiran didasari alasan tersebut. "@GunturBastian_ @imanlagi ini video fitnah, tidak ada kampanye PKS spt itu. Kami sdh cek, itu acara seronok, lalu ditempeli spanduk PKS..."  tulis Tifatul.

Metode Trust+ menjadi senjata utama Kemenkominfo untuk membersihkan konten internet dari konten negatif, termasuk pornografi dan perjudian. Namun, para aktivis mengkhawatirkan, kekuasaan itu disalahgunakan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok.

Saat ini, Kemenkominfo sedang membuat rancangan peraturan menteri (RPM) terkait pemblokiran konten negatif di internet. Namun, RPM tersebut mendapat kritik dari aktivis internet, salah satunya karena dianggap mengancam kebebasan berekspresi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X