Kompas.com - 16/05/2014, 08:53 WIB
Penulis Reza Wahyudi
|
EditorWicak Hidayat
SEOUL, KOMPAS.com - Kacamata pintar besutan Google memang menawarkan fitur-fitur menarik yang membuatnya disambut antusias. Pada penjualan perdana, Google Glass dilaporkan terjual habis meski harganya Rp 17 juta.

Meski demikian tidak semua pihak suka dengan kehadiran Google Glass terutama di area publik karena masalah privasi. Kejadian kurang menyenangkan sempat menimpa beberapa pengguna Google Glass, salah satunya seorang wartawan AS yang diserang seorang wanita saat berjalan ke stasiun kereta.

Google Glass memang bisa dipakai untuk memotret dan merekam video tanpa diketahui orang-orang di sekitarnya.

Kekhawatiran soal fitur intip tersebut juga jadi perhatian khusus di kantor pusat Samsung. Seorang awak media yang hendak masuk ke komplek kantor pusat Samsung di Korea Selatan, diminta untuk tidak memakai Google Glass miliknya. Alasannya, soal privasi dan kerahasiaan objek-objek di markas besar Samsung.  

Tak ada insiden kali ini, permintaan melepas Google Glass disampaikan dengan sopan oleh staf Samsung, sang jurnalis asal Filipina itu pun dengan sukarela melepaskannya dan mengganti dengan kacamata biasa.

Samsung, pada Kamis (15/5/2014), memang mengundang beberapa jurnalis dari beberapa negara untuk mengunjungi kantor pusatnya yang dikenal dengan nama Samsung Digital City.

Cukup beralasan kekhawatiran Samsung ini karena pada kunjungan kali ini para jurnalis akan diajak masuk ke beberapa area sensitif, salah satunya tempat pengujian produk-produk terbaru Samsung.

Meski percaya tidak akan digunakan sebagai alat mata-mata oleh jurnalis tersebut, Samsung ternyata cukup khawatir dengan fitur "intip" dari Google Glass.

Soal Google Glass bisa jadi alat mata-mata, seorang petinggi Google, Astro Teller, mencoba menepis anggapan yang sudah menyebar luas ini.

"(Google Glass) adalah kamera mata-mata terburuk di dunia. Ia hanya mengarah sesuai dengan pandangan pengguna, lalu menyala ketika mengambil gambar sehingga sulit dipakai sebagai kamera mata-mata," ujar Teller ketika berbicara dalam konferensi TechCrunch Disrupt pada awal Mei lalu.

Setelah dijual bebas di AS, Google Glass juga akan dijual di Indonesia. Telkomsel rencananya akan mendatangkan Google Glass dengan harga pada kisaran Rp 15 juta sampai Rp 20 juta, dan dibundel dengan layanan Telkomsel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.