Kompas.com - 26/05/2014, 17:28 WIB
Instagram Josh Edelson/AFPInstagram
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Sebuah pengadilan di Iran memerintahkan pemblokiran atas layanan berbagi foto dan video Instagram karena alasan privasi, Jumat (23/5/2014).

Kementerian Telekomunikasi Iran mengatakan bahwa pemblokiran itu didasarkan atas gugatan pribadi dari warga. Namun, hingga kini pengguna di ibukota, Teheran, dilaporkan masih bisa mengakses aplikasi tersebut.

Sebelum Instagram, pemerintah Iran sudah melarang warga memakai media sosial populer seperti Facebook, Twitter, dan YouTube.

Padahal, para pemimpin Iran masih dimungkinkan mengakses media sosial. Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif masih aktif memakai Twitter, begitu juga Presiden Iran Hassan Rouhani, yang bahkan memiliki akun Instagram.

Agar tetap bisa mengakses layanan internet yang dilarang pemerintah, warga di negara tersebut mengakali dengan memanfaatkan peranti lunak virtual private network (VPN) maupun proxy.

Namun, langkah warga memanfaatkan VPN dan proxy itu sedang coba diatasi oleh Kepolisian Iran. Penegak hukum sedang mengembangkan peranti lunak yang memungkinkan mereka mengontrol akses media sosial.

Kantor berita Associated Press melaporkan, Presiden Iran Hassan Rouhani sendiri telah menentang pemblokiran atas layanan internet. Ia memandang media siber sebagai sebuah kesempatan besar dalam menjangkau informasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita harus melihat dunia siber sebagai kesempatan," kata Rouhani seperti dikutip kantor berita IRNA asal Iran. "Mengapa kita begitu gemetar? Mengapa kita tidak percaya pemuda kita?"

Namun, langkah Rouhani itu dikritik oleh kelompok yang menentangnya karena khawatir remaja Iran terpengaruh oleh budaya barat. Pekan lalu, polisi Iran menangkap enam remaja karena memublikasi video di mana mereka menarikan lagu "Happy" yang dipopulerkan Pharrell Williams.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.