Twitter Masih Jauh dari 1 Miliar Pengguna

Kompas.com - 28/05/2014, 17:27 WIB
Sebuah poster bergambar logo Twitter menghiasi gedung bursa saham New York Stock Exchange (NYSE) sebelum Twitter menjual saham perdananya ke publik, Kamis (7/11/2013).
Kathy Willens/AP PhotoSebuah poster bergambar logo Twitter menghiasi gedung bursa saham New York Stock Exchange (NYSE) sebelum Twitter menjual saham perdananya ke publik, Kamis (7/11/2013).
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com — Pengguna media sosial Twitter diprediksi masih jauh dari angka 1 miliar. Perusahaan konsultan periklanan digital eMarketer memprediksi, Twitter akan memiliki kurang dari 400 juta pengguna global pada tahun 2018, sebagian besar di Asia, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Studi eMarketer ini memproyeksi pertumbuhan pengguna Twitter akan mengalami kejenuhan di pasar negara maju dalam waktu lima tahun mendatang.

Pada 2018, pertumbuhan pengguna Twitter di Amerika Serikat dan Jepang akan menurun, masing-masing 6,4 persen dan 6,1 persen. Sementara itu, jumlah pengguna globalnya hanya mencapai 386,9 juta.

Kendati demikian, Twitter punya potensi besar di negara berkembang dengan pertumbuhan terbesar di Asia. India dan Indonesia akan menempati peringkat ketiga dan keempat sebagai negara dengan jumlah pengguna Twitter terbesar.

Studi eMarketer menilai, pertumbuhan pengguna Twitter di India bisa mencapai 60 persen pada 2014 ini karena media sosial 140 karakter itu memainkan peran penting sebagai alat kampanye pemilihan umum.

Twitter tidak memiliki basis pengguna yang besar di Tiongkok lantaran pemerintah setempat melarang pemakaiannya. Facebook juga dilarang oleh Pemerintah Tiongkok.

CEO Twitter Dick Costolo pada Maret lalu sempat bertemu mengunjungi beberapa pejabat pemerintah daerah, tetapi menurut sejumlah laporan, pemerintah setempat tidak menanggap penting kunjungan Costolo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Twitter saat ini masih bergulat dengan pertumbuhan pengguna yang stagnan dalam dua kuartal terakhir. Rata-rata pengguna aktif bulanannya mencapai 255 juta pada 31 Maret 2014, atau tumbuh 25 persen dari tahun ke tahun.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.