Kompas.com - 30/05/2014, 17:02 WIB
HTC One (M8) Oik YusufHTC One (M8)
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com - HTC One menjadi salah satu ponsel pintar favorit KompasTekno di tahun 2013. Tim desain industri HTC menunjukkan kerja kerasnya dalam membuat ponsel cantik, tampilan antarmuka yang keren, kamera tangguh, dan tentu saja kinerja kencang. Nama "One" dipilih HTC dengan harapan ponsel tersebut bisa menjadi "The One," atau ponsel terpilih.

Perusahaan asal Taiwan itu kembali menghadirkan ponsel "The One" yang sangat patut diperhitungkan di tengah para kompetitornya untuk tahun 2014 ini. Ponsel itu masih mengusung nama HTC One namun diberi keterangan "M8" di belakangnya.

One M8 memiliki layar yang lebih besar, spesifikasi komponen yang lebih tinggi, menawarkan dua sensor kamera belakang (yang membuat banyak orang penasaran), serta perbaikan pada tampilan antarmukan HTC Sense.

Ia masih mewarisi banyak sifat dari pendahulunya, termasuk teknologi audio BoomSound yang diletakkan di bagian atas dan bawah layar serta material alumunium yang membalut tubuhnya.

Di atas kertas, One M8 memang terlihat lebih baik dari HTC One sebelumnya yang diberi kode M7. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai One M8, mari mulai ulasan ini untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Desain

One M8 didesain dengan sudut-sudut membulat. Bentang layar 5 inci bisa disebut sebagai ukuran ideal untuk ponsel pintar saat ini. Resolusi layarnya sama dengan One M7, yaitu 1.920 x 1080 pixel, namun kepadatan pixel One M8 adalah 441 pixel per inci (ppi), lebih kecil dari One M7 yang mencapai 469 ppi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oik Yusuf/Kompas.com
Layar HTC One (M8)
Perbedaan kepadatan pixel itu tidak terlalu memengaruhi kualitas layar One M8 karena dari pengalaman KompasTekno, perbedaan antara keduanya tidak terlalu terasa. Kualitas layar One M8 tetap sedap dipandang dengan kecerahan dan kontras tanpa saturasi berlebihan.

Sementara itu, sekeliling layar One M8 dibingkai dengan bezel berwarna hitam glossy dan dilindungi dengan kaca anti-baret Gorilla Glass 3.

Oik Yusuf/Kompas.com
Ketebalan HTC One (M8)
One M8 mengusung dimensi 146,4 x 70,6 mm. Ia dibuat lebih panjang namun HTC menjaga agar ponsel tersebut tidak terlalu lebar. Sementara tebalnya hanya 9,3 mm.

Sebenarnya, akan terasa nyaman jika satu ibu jari pengguna dapat meraih seluruh bagian layar ponsel. Tetapi hal ini tidak didapatkan di One M8 karena ibu jari tangan kanan agak kesulitan meraih sisi kiri atas layar. Kerap kali Anda harus menggeser posisi genggaman tangan jika ingin meraihnya. Satu-satunya cara terbaik menggunakan ponsel ini adalah menggenggamnya dengan dua tangan dan menavigasi dengan dua ibu jari.

Sekitar 90 persen tubuh One M8 dibalut oleh material alumunium dengan tekstur matte. Material ini membuat One M8 terasa dingin saat berada di ruangan ber-AC. Material ini juga membuatnya terlihat kokoh saat berada dalam genggaman.

Oik Yusuf/Kompas.com
Panel belakang HTC One (M8)
Sisi atas dan bawah ponsel yang mengapit layar didesain agak lebar untuk mengakomodir dua unit speaker yang memakai teknologi BoomSound. Maksudnya, agar terdapat jarak dan penempatan untuk speaker stereo yang memadai. Bentuk yang melebar tersebut sekilas membuatnya mirip dengan BlackBerry Z10.

Oik Yusuf/Kompas.com
Speaker mengapit layar HTC One (M8)
Penempatan speaker dan teknologi BoomSound pada One M8 mampu menyajikan audio yang lantang dan jernih, sangat pas untuk aktivitas video streaming dalam posisi landscape. Patut dimaklumi dentuman bass dari speaker ini kurang menghentak karena keterbatasan ukuran speaker di perangkat mobile.

Untuk menyalakan layar ketika ponsel dalam posisi siaga, Anda tak perlu repot-repot menekan tombol daya yang berada di sisi atas. Cukup mengetuk layar dua kali, atau menggeser layar ke kanan atau kiri, maka layar akan menyala. One M8 membuat KompasTekno lupa kapan terakhir kali menggunakan tombol daya untuk mengaktifkan layar. Tombol itu benar-benar hanya digunakan untuk mematikan atau menghidupkan ponsel.

Setelah mengetuk layar dua kali, geser ke kiri untuk masuk ke menu utama. Sementara jika digeser ke kanan akan masuk ke BlinkFeed. Cara ini sangat unik dan memberi pengalaman berbeda.

Oik Yusuf/Kompas.com
Port jack audio dan MicroUSB terletak di sisi bawah HTC One M8
Beralih ke konektivitas, pengguna bisa menemukan slot kartu Nano SIM GSM di sisi kiri. Di sisi kanan ponsel terdapat slot kartu memori eksternal MicroSD (hingga 128GB) serta tombol pengatur volume. Dari pengalaman KompasTekno, tombol pengatur volume ini agak sulit diraba karena tidak terlalu menonjol.

Sementara port audio 3,5mm dan port MicroUSB bisa ditemukan di sisi bawah.

Sistem operasi dan peranti lunak

Perusahaan sekelas HTC berusaha untuk tidak sekadar menjual ponsel, namun mereka juga menjual fitur yang hanya ada di produk buatan mereka.

HTC melakukan modifikasi atas sistem operasi Android 4.2.2 (KitKat) yang berjalan di atasnya. HTC menyebut hasil modifikasi itu sebagai Sense UI yang kini telah mencapai versi 6. Berbeda dengan versi sebelumnya, Sense 6 tampil lebih simpel tapi tetap elegan dan keren. Jenis huruf yang dipakai sangat nyaman dibaca.


Tampilan antarmuka sistem operasi Android dengan HTC Sense 6
Kini halaman "All apps" hadir tanpa informasi waktu dan cuaca. Halaman tersebut hadir dengan latar belakang berwarna hitam dengan deretan ikon yang tampak datar, tanpa efek 3D, drop shadow, atau apapun. Di bagian kanan atas terdapat tombol jalan pintas untuk mencari aplikasi, Google Play Store, dan menu untuk mengelola aplikasi.

Ketiadaan informasi waktu dan cuaca membuat ikon aplikasi yang ditampung lebih banyak, mencapai 20 aplikasi per halaman "All Apps." Hal ini lebih memudahkan pengguna dalam mencari aplikasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X