Hugo Barra Ungkap Strategi Android Xiaomi di Indonesia

Kompas.com - 06/06/2014, 15:51 WIB
Hugo Barra GoogleHugo Barra
|
EditorAditya Panji

KOMPAS.com - Vice President Global Xiaomi, Hugo Barra berkunjung ke Indonesia pada Kamis (5/6/2014) lalu. Orang yang bertanggung jawab terhadap ekspansi Xiaomi ke luar Tiongkok ini memaparkan strateginya dalam sesi wawancara eksklusif dengan KompasTekno.

Dijumpai di sela-sela kegiatannya mengunjungi pameran seluler Indonesia Cellular Show (ICS) 2014 di JCC Senayan, Jakarta, Hugo Barra bercerita alasan mengapa Xiaomi perlu masuk ke pasar Indonesia berikut langkah-langkah apa saja yang harus dipersiapkan.

Hugo yang sebelumnya menempati jabatan strategis di perusahaan raksasa internet, Google selama kurang lebih lima tahun itu mengatakan, pasar mobile akan berkembang pesat dalam jangka dua tahun ke depan, sementara Indonesia adalah pasar mobile yang besar.

"Karena itu Xiaomi juga akan masuk ke Indonesia, dan kami juga akan menjual produk-produk smartphone Xiaomi dengan fokus di e-commerce selain bekerjasama dengan distributor lokal," terang Hugo.

Selain menggandeng Erafone sebagai distributor dan peretail di Indonesia, Xiaomi juga disebut Hugo sedang mempersiapkan pondasi e-commerce yang kuat. Hal tersebut perlu dilakukan terkait dengan strategi pemasaran Xiaomi.

Selama ini, model pemasaran Xiaomi memang fokus melalui jual-beli online. Model tersebut terbukti sukses di negara asalnya, Tiongkok, dan beberapa negara lain, seperti India, Malaysia, dan baru-baru ini di Singapura.

Hugo menjelaskan, Xiaomi memiliki metode penjualan yang kerap disebut dengan istilah "Flash Sale." Alih-alih menjual produk dalam jumlah yang banyak setiap beberapa bulan sekali, Xiaomi justru menjual produk dalam jumlah terbatas setiap bulannya.

"Jadi kapan pun barang ada, kami langsung menjualnya, tak usah menunggu-nunggu," terang Hugo, pria yang berkebangsaan Brazil itu.

Namun, metode "Flash Sale" tidak bisa dilakukan secara sembarangan, harus di waktu yang tepat. Hugo menjelaskan, setiap negara memiliki kultur yang berbeda. Di Singapura misalnya, menurut penelitian Xiaomi, waktu yang tepat untuk melakukan Flash Sale adalah hari Selasa jam 12 siang.

Metode yang sama juga telah dilakukan di pasar Malaysia. Dalam penjualan perdananya, Xiaomi berhasil menjual 4 hingga 6 ribu unit smartphone dalam waktu yang terbatas itu. "Pasar di Indonesia pastinya lebih besar, kami harus memilih waktu yang pas sesuai kultur," ujar Hugo.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X