Periode Kedua Pendaftaran Domain "Apapun.id" Berakhir

Kompas.com - 13/06/2014, 17:07 WIB
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) Aditya Panji/Kompas.comPengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi)
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengelola Nama Domain Internet Indonesia ( Pandi) menutup pendaftaran nama domain internet berakhiran .id untuk pemegang domain tingkat dua .id, Kamis (13/6/2014) sore. Periode prioritas kedua yang disebut Grandfather ini telah berlangsung selama delapan pekan sejak 21 April 2014.

Selama periode Grandfather, ada 966 nama domain didaftarkan. Beberapa nama populer mendaftarkan diri selama periode ini, termasuk Kompas, Gramedia, Acer, ATI, Flickr, Nawala, Telkomsel, Kalbe, dan Vodafone.

Dari lembaga negara, tercatat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mendaftarkan nama domain kpk.id.

Dari 966 nama domain yang mendaftar, terjadi delapan sengketa nama domain yang diputuskan melalui lelang. Delapan nama domain tersebut adalah diabetes.id, finance.id, franchise.id, insurance.id, kamera.id, obatherbal.id, online.id, dan zakat.id.

Ketua Umum Pandi, Andi Budimansyah, menjelaskan, domain online.id mendapat penawaran tertinggi dengan biaya akuisisi sebesar Rp 110 juta. Penawaran ini dilakukan oleh Utomo Prawiro Widjaja dari PT Digital Asia Utama.

Grandfather merupakan periode prioritas kedua setelah Periode Sunrise untuk para pemegang merek. Setelah Grandfather, domain “Apapun.id” akan memasuki Periode Landrush yang merupakan periode prioritas terakhir sebelum domain apapun.id dirilis untuk publik pada 17 Agustus 2014.

Mulai 16 Juni 2014, domain apapun.id akan masuk ke Periode Landrush. Andi mengatakan, periode ini bisa diikuti oleh seluruh warga Indonesia dan institusi yang memenuhi persyaratan.

Periode Landrush merupakan kesempatan terakhir bagi pihak-pihak yang perlu mengamankan nama domain yang diinginkannya. “Tinggal satu tahap prioritas lagi sebelum domain Apapun.id dapat didaftarkan dengan sistem pendaftar pertama atau siapa cepat dia dapat mulai 17 Agustus 2014,” ujar Andi.

Untuk mendaftarkan domain pada Periode Landrush pendaftar harus membayar biaya administrasi Rp 100.000 dan biaya akuisisi minimal sebesar Rp 1 juta. Jika terjadi pendaftaran nama domain oleh dua pihak atau lebih, pemenangnya akan ditentukan dengan lelang.

Setelah domain berakhiran .id dirilis untuk umum pada 17 Agustus 2014, pendaftar nama domain tidak lagi dikenakan biaya admistrasi dan biaya akuisisi. Pemilik domain hanya dikenakan biaya tahunan sebesar Rp 500.000.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X