Irak Blokir Facebook, Twitter, YouTube, dan Google

Kompas.com - 15/06/2014, 13:15 WIB
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com - Pemerintah Irak melalui Kementerian Komunikasi pada Jumat (13/6/2014) memblokir sejumlah situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Situs berbagi video, YouTube dan halaman pencarian Google juga dilaporkan tidak bisa diakses.

Menurut laporan Digital Trends, hal tersebut terpaksa dilakukan oleh pemerintah Irak menyusul makin tingginya aktivitas kelompok radikal Irak, ISIS, yang menggunakan media-media tersebut sebagai alat propaganda.

ISIS adalah gerakan radikal di Irak yang bercita-cita mendirikan pemerintahan sendiri. Hingga saat ini, kelompok tersebut telah menguasai beberapa kota di Irak seperti Mosul, Falluja, dan Ramadi.

Belum diketahui apakah pemblokiran tersebut berlaku di seluruh Irak atau hanya di Ibukota Baghdad saja.

Facebook telah mengeluarkan pernyataan resminya terkait pemblokiran ini. Dikutip daru VentureBeat, Facebook mengatakan keberatan atas pemblokiran di Irak dan sedang melakukan investigasi.

Menurut Facebook, pembatasan akses internet kini menjadi perhatian masyarakat global. Pembatasan tersebut juga disebut bisa mengganggu aktivitas komunikasi dan kegiatan e-commerce dari jutaan orang.

Sementara juru bicara Google untuk YouTube mengaku telah mengetahui pemblokiran ini. "Kami menerima laporan dari beberapa pengguna bahwa mereka tidak bisa mengakses YouTube di Irak. Tidak ada kendala teknis dari sisi kami, dan kami sedang memantau perkembangan situasi di sana."

Jejaring sosial juga menjadi alat propaganda untuk menggalang massa. Tak heran jika Facebook dan Twitter sering mengalami pemblokiran di negara-negara Timur Tengah, seperti Iran pada tahun 2009 lalu.

Facebook baru-baru ini juga dilaporkan menghadapi masalah sensor di negara Mesir, Maroko, Siria, dan Iran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.