Kompas.com - 16/06/2014, 12:10 WIB
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com — Microsoft pernah menyatakan bahwa sistem operasi Google Android melanggar sejumlah patennya. Namun, selama tiga tahun terakhir, Microsoft bungkam soal paten-paten apa saja yang dilanggar. Daftar paten tersebut kini muncul di situs berbahasa Tiongkok.

Paten-paten yang diungkap dalam situs tersebut terdiri dari teknologi yang dikembangkan di Microsoft sendiri, serta paten yang dibeli oleh Microsoft sebesar 4,5 miliar dollar AS lewat Rockstar Consortium.

Bocornya daftar rahasia paten-paten tersebut menurut Ars Technica, Senin (16/6/2014), terjadi setelah Pemerintah Tiongkok melakukan tinjauan atas rencana akuisisi Microsoft terhadap Nokia.

Dalam penyelidikannya, Chinese Ministry of Commerce (MOFCOM) menyimpulkan bahwa Microsoft setidaknya memiliki 200 paten yang terdapat dalam smartphone Android.

Daftar paten-paten tersebut ditampilkan di halaman web berbahasa Tiongkok. Walau memiliki versi bahasa Inggris, daftar paten tersebut tidak disertakan.

Agensi Tiongkok telah membuat daftar 310 paten dan aplikasi dalam sebuah file dokumen Word yang bisa diunduh melalui tautan berikut ini.

Dalam daftar tersebut, setidaknya ada 73 paten yang termasuk dalam kategori standard essential patent (SEP) yang terdapat dalam sebuah smartphone secara umum, serta 127 paten yang oleh Microsoft dikatakan terdapat dalam smartphone Android.

Pengungkapan paten-paten tersebut, menurut Ars Technica, sangat signifikan. Sebab, selama ini Microsoft telah melakukan bisnis lisensi dengan meminta royalti dari smartphone Android, tanpa diketahui seperti apa model kerja sama dan hukum yang diberlakukan. 

Diperkirakan, selama ini Microsoft mendapatkan pemasukan 1 miliar dollar AS sampai 2 miliar dollar AS dari perangkat Android, hanya dari menarik royalti.

Microsoft sendiri tahun lalu mengakui, pemungutan lisensi itu berlaku di lebih dari 50 persen perangkat Android. Jumlah tersebut kini diprediksi meningkat menjadi 70 persen.

Masalah paten Microsoft atas Android ini juga telah diperdebatkan dalam Kongres AS selama satu setengah tahun. Microsoft berjanji akan lebih transparan lagi dalam hal sistem paten. Langkah pertama adalah menerbitkan daftar paten miliknya. Hal ini sudah dimulai pada tahun lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.