Apple Izinkan Aplikasi Jual-Beli Bitcoin

Kompas.com - 16/06/2014, 17:05 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Apple akhirnya mengizinkan keberadaan aplikasi yang menyediakan layanan dompet digital dan perdagangan mata uang virtual di platform iOS.

Pada Minggu (15/6/2014), toko aplikasi Apple kedatangan aplikasi Coin Pocket yang memungkinkan pengguna bertransaksi dengan mata uang virtual, termasuk Bitcoin.

Coin Pocket hadir setelah Apple memperbarui aturan soal aplikasi mata uang virtual, yang salah satunya mengatakan; bahwa pengembang aplikasi perdagangan mata uang virtual harus mematuhi undang-undang negara bagian dan federal di semua tempat operasional mereka.

Sebelumnya, Apple menghapus sejumlah aplikasi yang memungkinkan pengguna bertransaksi dengan mata uang virtual. Perusahaan itu juga cenderung membatasi akses ke aplikasi dompet digital yang bisa mengatur rekening Bitcoin.

Mata uang virtual, terutama Bitcoin, belakangan ini sedang menjadi perhatian dunia. Perdagangan Bitcoin semakin luas, nilainya meningkat, serta banyak pihak yang mulai menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran.

Namun, pada 28 Februari 2014 lalu, para penambang Bitcoin dikejutkan oleh bangkrutnya Mt. Gox, bursa Bitcoin terbesar di dunia asal Jepang.

CEO Mt. Gox Mark Karpeles mengungkapkan bahwa kebangkrutan itu disebabkan karena lemahnya sistem keamanan sehingga ada peretas yang masuk dalam sistem dan mencuri bitcoin.

Perusahaan mengaku kehilangan total 850.000 bitcoin yang nilainya hampir 500 juta dollar AS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 750.000 bitcoin adalah milik nasabah dan 100.000 bitcoin lainnya adalah aset perusahaan.

Mt. Gox memiliki kewajiban utang sebesar 63,9 juta dollar AS, jauh melebihi total aset saat ini yaitu 37,7 juta dollar AS. Dalam dokumen kebangkrutan Mt. Gox tercatat, ada 127.000 kreditor dan sebanyak 1.000 kreditor di antaranya berasal dari Jepang.

Melihat kebangkrutan yang dialami Mt. Gox, pemerintah Jepang dan Amerika Serikat turun tangan menyelidikinya untuk mengetahui apakah hal tersebut terkait dengan kejahatan ekonomi ataukah kejahatan siber.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber The Verge


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.