Kompas.com - 27/06/2014, 09:05 WIB
Foto Esther Honig yang direkayasa menurut standar kecantikan Indonesia. Foto ini menjadi bagian dari proyeknya, Before & After. www.estherhonig.comFoto Esther Honig yang direkayasa menurut standar kecantikan Indonesia. Foto ini menjadi bagian dari proyeknya, Before & After.
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com — Seperti apa standar kecantikan seorang wanita? Tiap-tiap negara pasti memiliki standar kecantikan wanita yang berbeda-beda. Kecantikan itu bisa bergantung pada banyak faktor, seperti budaya.

Karena itu, seorang wanita menyebar foto asli dirinya untuk dipercantik oleh sejumlah artis Photoshop di berbagai negara, dengan tujuan untuk mengetahui seperti apa standar kecantikan masing-masing negara itu, termasuk di Indonesia.

Esther Honig, seorang jurnalis lepas yang tinggal di Kansas City, AS, menamakan proyek yang ia lakukan tersebut dengan nama Before & After. Ide Honig tersebut muncul saat dirinya bekerja sebagai manajer media sosial di sebuah perusahaan rintisan di AS.

Salah satu klien tempat Honig bekerja adalah situs web yang menawarkan pekerjaan freelance kelas internasional. Honig mendapati bahwa banyak freelancer di berbagai negara dengan kemampuan Photoshop yang menawarkan diri mencari pekerjaan.

"Saya langsung tertarik, para artis Photoshop ini pasti memiliki referensi sendiri-sendiri tentang kecantikan berdasar pada budaya mereka yang berbeda-beda," ujar Honig seperti dikutip daru BuzzFeed (26/6/2014).

Honig pun kemudian mengirim foto wajahnya yang tanpa riasan ke sejumlah pekerja lepas di 25 negara, salah satunya adalah Indonesia. Honig meminta agar foto tersebut direkayasa dengan software Photoshop agar terlihat cantik, sesuai preferensi masing-masing.

Hasilnya, Honig mendapatkan sejumah foto wajahnya yang selama ini tidak pernah ia bayangkan. Foto-foto itu masing-masing menurut dia memiliki keunikan tersendiri dalam menentukan standar kecantikan di suatu negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Walau demikian, foto-foto tersebut ternyata juga memancing perdebatan tentang standar kecantikan, yang sebenarnya susah untuk disepakati.

"Yang saya pelajari dari proyek ini adalah, Photoshop bisa saja membuat foto menjadi cantik sesuai standar kita masing-masing, namun jika dibawa ke tingkat global, maka kecantikan ideal itu hanya bersifat ilusif," terang Honig

Foto-foto Honig yang direkayasa oleh ahli Photoshop di 25 negara bisa dilihat melalui situs web Before & After di tautan berikut ini (http://www.estherhonig.com/#!before--after-/cvkn).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BuzzFeed

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.