Kompas.com - 27/06/2014, 10:30 WIB
EditorWicak Hidayat

Beberapa hari yang lalu, saya juga berkunjung ke sana untuk menemui seorang teman. Obrolan kami membahas mengenai mentalitas mahasiswa di Stanford, terutama terkait betapa mereka sangat bernafsu membangun startup. Bayangkan berada di sebuah lingkungan di mana semua teman kita, setiap harinya membahas teknologi terbaru apa yang akan diciptakan untuk menjadi solusi yang tidak pernah terduga sebelumnya.

Tidak salah kalau Stanford menjadi pemasok utama tenaga kerja berkualitas tinggi di berbagai perusahaan teknologi ternama di Silicon Valley seperti Google, Facebook, Yahoo!, LinkedIn, dan Microsoft. Tak sedikit juga dari mahasiswa Stanford yang kemudian membangun startup mereka sendiri, karena lingkungannya sangat mendukung mereka menjadi entrepreneur.

Ada begitu banyak teman, pemodal ventura, angel investor, inkubator bisnis yang mendorong tumbuhnya ekosistem startup di seputar Stanford University. Bagaimana tidak terdorong bangun startup kalau semua orang di sekitar kita melakukannya?

Buat saya, Silicon Valley bukanlah sebuah tempat. Silicon Valley adalah semangat. Sebuah semangat untuk berinisiatif, mengambil resiko dan siap gagal. Sekalipun semua itu harus dimulai dari sebuah keadaan yang begitu tidak mendukung, dari garasi. Kekurangan modal bukanlah sebuah alasan bagi banyak orang di Silicon Valley untuk tidak berusaha maupun berkarya.

Dan tentu saja Silicon Valley juga memiliki ekosistem yang telah terbentuk serta didukung infrastruktur yang baik. Tapi jangan lupa, semua ini bermula dari sebuah garasi. Sebuah mimpi. Sebuah tujuan.

Tulisan ini merupakan bagian awal dari catatan perjalanan selama 10 hari di Amerika Serikat. Yansen Kamto adalah pendiri dan Chief Executive dari Kibar, sebuah perusahaan konsultan teknologi dengan misi mengibarkan talenta berbasis industri teknologi di Indonesia. Seluruh biaya perjalanan di Amerika Serikat dibiayai sepenuhnya oleh Kibar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.