Tak Ada “Custom Skin” untuk Android Wear

Kompas.com - 30/06/2014, 11:05 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Motorola Moto 360, produk jam tangan pintar yang berjalan dengan sistem operasi Android Wear buatan Google. Sistem operasi tersebut didesain khusus untuk perangkat pintar yang bisa dipakai di tubuh manusia (wearable device).

KOMPAS.com - Pengguna Android tentu akrab dengan custom skin alias antarmuka sistem operasi yang acapkali diterapkan pabrikan perangkat Android di produknya untuk memberikan diferensiasi, macam TouchWiz dari Samsung atau Sense ala HTC.

Adanya custom skin mengakibatkan tampilan antarmuka pada perangkat Android berbeda-beda antar produsen sehingga berpotensi membingungkan pengguna yang berpindah produk. Nah, hal tersebut tak bakal terjadi pada perangkat jam tangan Android Wear.

Ini karena urusan antarmuka pada perangkat-perangkat Android Wear bakal ditentukan sepenuhnya oleh Google, bukan para rekanan OEM. Selain Android Wear, Google juga akan menyeragamkan tampilan interface pada perangkat Android TV dan Android Auto.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman pengguna yang sangat konsisten,” ujar direktur teknis Google David Burke pada Ars Technica.

Dia memberi contoh dua perangkat Android TV di ruangan berbeda dalam sebuah rumah. Dengan adanya keseragaman antarmuka, ketika pengguna ingin pindah ke televisi di ruangan lain, ia tak perlu menyesuaikan diri dengan tampilan yang berbeda.

Nantinya, update software untuk perangkat-perangkat Android ini bakal turut dikelola langsung oleh Google, tak lagi terhalang oleh jadwal upgrade dari pabrikan hardware.

Di sisi sebaliknya, para rekanan Google yang ingin membuat perangkat Android Wear, TV, dan Auto kini harus mengandalkan diferensiasi hanya melalui hardware saja. Mungkin itu lebih baik dibandingkan lewat rangkaian bloatware atau layanan yang belum tentu terpakai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.