Kompas.com - 07/07/2014, 17:25 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
CEO BlackBerry John Chen berbicara di acara peluncuran perdana BlackBerry Z3 Jakarta Edition di Jakarta, 13 Mei 2014. Smartphone ini andalan baru BlackBerry yang sengaja dibikin untuk menyasar pasar negara berkembang seperti Indonesia, benteng terakhir buat produsen Kanada tersebut

KOMPAS.com - Fitur keamanan enterprise dari Samsung Knox akan turut dibenamkan Google di sistem operasi mobile berikutnya, Android L. Pengguna nanti akan bisa memisahkan lingkungan pribadi dan pekerjaan di smartphone.

Namun, CEO BlackBerry John Chen mengatakan bahwa sekedar mengimplementasikan fitur sekuriti saja tak cukup untuk mengatasi persoalan keamanan Android di enterprise.

“Sebaiknya, tengoklah perusahaan yang telah berpengalaman tiga dekade memajukan keamanan dan produktivitas. Jangan silau dengan omongan tentang sekuriti,” kata Chen dalam blog BlackBerry yang dikutip The Register.

Perusahaan “berpengalaman” yang dimaksud Chen tentu saja adalah BlackBerry sendiri, yang memang sudah lama malang melintang di dunia enterprise.

Ini bukan kali pertama Chen mengejek platform enterprise Android. Pada akhir Juni lalu ia pernah pula mengibaratkan Knox sebagai “benteng yang dibangun di atas pondasi goyah”.

Meski demikian, Chen juga memuji upaya Google dan Samsung menjadikan Android sebagai sistem operasi yang lebih aman.

Fitur-fitur keamanan yang diambil dari Knox nantinya akan langsung tersedia dalam update sistem operasi Android L di perangkat yang menerimanya ketika dirilis nanti.

Ada pula opsi berupa aplikasi sekuriti stand-alone yang bisa diunduh dari Google Play untuk pemilik perangkat yang lebih tua.

Nantinya pengguna bisa menghidup-matikan fitur “container” keamanan Android sesuai keadaan, yaitu ketika ponsel digunakan di lingkungan perusahaan atau pribadi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.