Kompas.com - 17/07/2014, 09:15 WIB
Museum Penerangan berada di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.  KOMPAS.com/Dhanang David AritonangMuseum Penerangan berada di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com - Pers di Indonesia telah melewati beberapa fase yang cukup “menegangkan” hingga dapat merasakan kebebasannya sekarang. Memori dan kenangan tentang  perjuangan pers untuk mencari kebenaran berita seakan tersimpan apik di Museum Penerangan. Museum ini berada di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.  

Mari kita lupakan sejenak media partisan dengan segala penggiringan opininya. Inilah saatnya untuk mempelajari sejarah pers Indonesia di masa lampau.

Ketika memasuki museum, pengunjung akan langsung disambut oleh petugas. Museum Penerangan ini dikelola oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika.  Tidak perlu membayar biaya masuk, pengunjung cukup mengisi buku tamu yang telah disediakan.

“Museum penerangan ini didirikan di tahun 1993, tepatnya 20 April 1993, dan diresmikan oleh Bapak Soeharto, Presiden kedua RI,” tutur Kepala Museum Penerangan Lukman Hakim.

Sejarah Singkat Penerangan

Sebelum menelusuri koleksi museum ini lebih jauh, ada baiknya pengunjung mengetahui terlebih dahulu fungsi dari lembaga penerangan. Fungsi lembaga penerangan pada masa penjajahan hingga kemerdekaan adalah untuk memberikan informasi tentang kondisi pemerintahan kepada masyarakat. Orang yang memberitakan informasi tersebut biasanya disebut sebagai jurpen atau juru penerangan.

KOMPAS.com/Dhanang David Aritonang Sepeda motor 49cc Cyrus Sundapp yang digunakan oleh wartawan Antara di Museum Penerangan. Museum ini berada di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
Sebelum kemerdekaan, cikal bakal kegiatan penerangan dimulai di tanggal 20 Mei 1908 yang kini disebut sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Bentuk-bentuk kegiatan penerangannya berupa munculnya surat kabar seperti Java Post dan De Banier di awal abad 19. Setelah itu, berbagai macam propoganda menentang pemerintahan kolonial terus bermunculan.

Dua hari setelah merdeka, tepatnya 19 Agustus 1945, dibentuklah Kementerian Penerangan hingga dibubarkan di tahun 1999 setelah runtuhnya rezim Soeharto. Berkembangnya kegiatan penerangan di Indonesia juga ditandai dengan kemunculan Radio Republik Indonesia (RRI) pada tanggal 11 September 1945 dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada tanggal 24 Agustus 1962.

Koleksi Museum

Lukman menjelaskan koleksi yang ada di dalam museum ini dibagi menjadi 5 bidang, sesuai  dengan histori kelembagaannya. Lima bidang tersebut meliputi pers dan grafika (termasuk media massa cetak), penerangan umum, film, televisi, serta radio.  Total koleksi museum ini berjumlah 452 buah meliputi lima bidang tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X