KawalPemilu Rekrut Relawan Secara Berantai

Kompas.com - 17/07/2014, 16:35 WIB
Tampilan situs Kawal Pemilu KawalPemilu.orgTampilan situs Kawal Pemilu
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Tampilan situs Kawal Pemilu

KOMPAS.com - Ada sebuah nama yang ramai diperbicangkan oleh netizen Tanah Air selama beberapa hari belakangan, Kawalpemilu.org. Situs ini menampilkan hasil rekapitulasi formulir C1 dari KPU, lengkap dengan presentase raihan suara masing-masing pasangan capres dan cawapres.

Dalam melakukan penghitungan data form C1 yang diperoleh dari open data KPU itu KawalPemilu dibantu ratusan orang relawan. Bagaimana cara pengelola situs ini merekrut relawan yang bisa dipercaya dalam melakukan input data?

Elisa Sutanudjaja, salah satu administrator pengelola KawalPemilu menuturkan bahwa cara perekrutan tak ubahnya model pemasaran bisnis MLM.

“Relawan diambil dari teman-teman kami yang dipercaya, kemudian mereka merekrut teman masing-masing, keluarga, begitu seterusnya, seperti Multi-level Marketing saja,” ujar Elisa ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (17/7/2014).

Dia mengatakan bahwa para pengelola situs yang digagas oleh pria bernama Ainun Najib ini menekankan kriteria tertentu dalam proses perekrutan berantai itu agar memperoleh relawan yang mampu bekerja sama. “Harus yang teliti agar tidak salah, jujur, dan punya waktu luang,” kata Elisa yang juga memiliki inisiatif lain terkait pemilu presiden bernama CekJanggalC1.

Pada akhirnya, kepercayaan menjadi kata kunci utama. Elisa mengaku para pengelola situs menaruh kepercayaan sepenuhnya pada para relawan yang jumlahnya mencapai 700 orang sebelum proses rekrutmen ditutup.

“Kami percaya saja, soalnya data itu dibuka untuk umum, semua orang bisa lihat serta bantu pantau dan laporkan kalau ada keanehan. Jadi kita sama-sama verifikasi, saling mengawasi,” imbuhnya lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di situs KawalPemilu memang ada fitur pelaporan kesalahan yang akan memberitahu pengelola apabila pembaca menemukan input data yang janggal.

Johannes Ardiant, salah satu relawan di KawalPemilu menambahkan bahwa para pengelola akan melakukan verifikasi data menjelang akhir penghitungan data. “Jadi semua angka yang sudah dimasukkan akan diverifikasi lagi, dan setiap form C1 yang kita ‘flag’ sebagai janggal akan dikumpulkan,” katanya.

Hingga hari Kamis 17 Juli sekitar pukul 15.30 WIB, hasil akhir penghitungan suara form C1 di  KawalPemilu menunjukkan kemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan presentase 52,82 persen, berbanding 47,17 persen untuk pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.