Bikin Bangga, Semangat Kolaborasi Teknologi untuk Pilpres 2014

Kompas.com - 23/07/2014, 10:40 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi

Ainun mengatakan, KawalPemilu.org memiliki relawan sebanyak 700 orang yang meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran, untuk berkontribusi tanpa dibayar dalam memasukkan dan mengolah data ke sistem situs web. Kolaborasi macam ini populer disebut crowdsourcing

"Open data KPU itulah yang paling pertama perlu kita kasih jempol. Tanpa itu, kami tidak akan bisa bikin crowdsourcing tabulasi C1," kata Ainun dalam pesan singkat kepada KompasTekno. "KPU sudah di jalur yang tepat, open data, dan profesionalitas tim IT mereka luar biasa."

Seperti diketahui, situs web KawalPemilu.org dan Kawal-Suara.appspot.com melakukan tabulasi dengan memanfaatkan formulir C1, kemudian situs Data-Pilpres.umm.ac.id memanfaatkan formulir DB1, sedangkan situs Pilpres2014.org memanfaatkan formulir DA1, DB1, dan DC1.

Ainun mengakui bahwa hasil tabulasi C1 yang ia dan para relawan lakukan belum sempurna. Di halaman utama KawalPemilu.org tercatat perolehan suara pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla adalah 52,89 persen, sementara pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa 47,10 persen. Ini berarti, terdapat selisih 0,26 persen dari data final KPU.

Pilpres2014.org

Situs web Pilpres2014.org dibuat oleh Henry Tan Setiawan. Ia adalah warga negara Indonesia yang bekerja di kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington, Amerika Serikat, sejak tahun 2006.

Aditya Panji/Kompas.com Henry Tan Setiawan.
Kini, ia bekerja sebagai peneliti untuk machine learning yang disebut Project Adam oleh Microsoft. (Baca profil Henry Tan Setiawan di "Orang Sukabumi yang Ikut Membangun Mesin Pencari Microsoft")

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Henry mengerjakan Pilpres2014 seorang diri. Ia menyusun sistem algoritma yang membuat kerja situs tersebut menjadi autopilot. Begitu ada pembaruan data formulir DA1, DB1, dan DC1 pada situs KPU, maka sistem Pilpres2014.org secara otomatis menarik data tersebut, mengolahnya, dan menampilkan hitungan suara terbaru di halaman utama setiap dua jam.

Henry menyambut baik sistem keterbukaan data yang telah dilakukan KPU. Namun, ia menyarankan agar KPU lebih menyempurnakan sistem tersebut.

"Sebaiknya Application Programming Interface (API) dibuat lebih formal dengan full documentation dan lebih disempurnakan, seperti halnya Facebook dan Twitter membuka API mereka," kata Henry dalam perbincangan dengan KompasTekno.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.