Jualan Z3, BlackBerry Puas dengan Indonesia

Kompas.com - 05/08/2014, 09:09 WIB
CEO BlackBerry John Chen saat meluncurkan BlackBerry Z3 di Jakarta, Selasa (13/5/2014) Aditya Panji Rahmanto/ Kompas.comCEO BlackBerry John Chen saat meluncurkan BlackBerry Z3 di Jakarta, Selasa (13/5/2014)
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - CEO BlackBerry John Chen menyatakan kepuasannya atas penjualan ponsel pintar BlackBerry Z3 di Indonesia dan India. Menurutnya, penjualan Z3 di kedua negara itu disambut sangat baik oleh konsumen dan terus melihat adanya permintaan yang kuat.

Ponsel Z3 bagi Chen merupakan produk yang menawarkan harga terjangkau serta fitur yang bermanfaat, serta mengincar pasar negara berkembang.

"Kami mendengar dari pengguna bahwa mereka menyukai harga, ukuran layar, dan daya tahan baterai. Umpan balik ini menunjukkan bahwa kami memenuhi kebutuhan pelanggan kami," ujar Chen dalam wawancara dengan media The Economic Times asal India, Senin (4/8/2014).

Klaim prestasi Z3 ini tak bisa dilepaskan dari kemitraan yang terjalin antara BlackBerry dan pemanufaktur Foxconn asal Taiwan.

Menurut Chen, Foxconn telah membantu memproduksi lebih cepat serta menyediakan komponen dengan biaya yang lebih terjangkau. Meski mengakui Foxconn adalah mitra penting, namun Chen menyatakan tak ada hubungan eksklusif antara kedua perusahaan.

BlackBerry Z3 merupakan produk pertama yang lahir berkat kerjasama kedua perusahaan. Foxconn tak hanya terlibat dalam proses perakitan, namun turut mendesainnya.

Ketika ditanya apakah BlackBerry akan mengeluarkan produk harga terjangkau lagi macam Z3, Chen enggan mengungkap detail rencana perusahaan di masa depan tetapi ia berjanji bakal menawarkan perangkat dengan harga beragam.

Selain dengan Foxconn, BlackBerry juga menjalin kemitraan dengan Amazon untuk memenuhi kebutuhan aplikasi Android (format .APK) di perangkat BlackBerry 10. Nantinya, pengguna ponsel BlackBerry 10 akan mendapatkan akses ke toko aplikasi online Amazon Appstore.

"Kemitraan ini memenuhi dua kebutuhan yang sangat penting bagi pelanggan kami. Pertama, pengguna akan memiliki akses ke lebih dari 200.000 aplikasi Android, termasuk ribuan aplikasi populer dan game. Kedua, kita sekarang dapat memfokuskan pengembang untuk menciptakan aplikasi pasar korporasi, di mana ada potensi besar di sana," tegas Chen.

BlackBerry berusaha melakukan restrukturisasi dalam organisasi dan memangkas berbagai pos pengeluaran. Langkah itu membuahkan hasil pada kuartal pertama 2014 di mana mereka sukses mencatat keuntungan.

Laba bersih selama periode tiga bulan hingga akhir Maret 2014 tercatat 23 juta dollar AS. Padahal, pada periode yang sama tahun 2013 perusahaan merugi 84 juta dollar AS.

Ia menyadari ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam tubuh BlackBerry. Pada akhir tahun fiskal 2015, Chen menargetkan arus kas BlackBerry bisa mencapai titik impas. Dalam tahun fiskal berikutnya, ia pun berharap bisa menghasilkan laba.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X