Kompas.com - 08/08/2014, 17:33 WIB
Menara base transceiver station (BTS) ShutterstockMenara base transceiver station (BTS)
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dalam waktu dekat akan memiliki presiden dan wakil presiden baru yang diikuti dengan pembaruan pada jajaran menteri, tak terkecuali menteri komunikasi dan informatika (Menkominfo). Para aktivis di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) berharap Menkominfo mendatang menaruh perhatian dalam hal infrastruktur di Indonesia bagian timur.

Pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian timur dinilai masih jauh tertinggal dengan Indonesia bagian barat, apalagi jika dibandingkan dengan di Jakarta.

Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada 2013 lalu sekitar 71,19 juta orang di Indonesia yang terjangkau internet atau hanya 28 persen dari populasi.

"Bagaimana kita bisa menuju masyarakat informasi Indonesia bila belum sampai 50 persen penduduk yang terjangkau internet?" kata Shita Laksmi, Program Manager Southeast Asia Technology and Transparency Initiative Hivos, dalam email kepada KompasTekno, Jumat (8/8/2014).

Direktur Eksekutif ICT Watch, Donny BU, mengingatkan, setiap warga negara memiliki hak atas akses informasi yang dapat dipenuhi dengan keberadaan koneksi internet sebagai salah satu bentuk TIK.

Internet diakui sebagai teknologi yang mewujudkan apa yang disebut "borderless society" (masyarakat tanpa batas negara) ataupun "global village" (perkampungan global) di mana informasi dan transaksi sudah lalu-lalang secara digital dalam hitungan detik dari dan ke berbagai penjuru dunia.

Oleh karena itu, Donny berharap, Menkominfo berikutnya bukanlah orang yang gemar menggunakan "kacamata kuda" atau sekadar mendengar suara dari orang-orang dekatnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sosok Menkominfo ini haruslah yang mau dan mampu menjalankan fungsinya sebagai seorang fasilitator dan dinamisator. (Dia) justru harus semakin membuka diri untuk pelibatan berbagai komponen masyarakat di Indonesia (bisnis, masyarakat sipil, akademisi, komunitas teknis)," ujar Donny.

Infrakstruktur telekomunikasi yang belum merata hanyalah salah satu dari segudang masalah TIK di Indonesia yang akan menjadi pekerjaan rumah untuk Menkominfo mendatang. Menkominfo baru juga akan dihadapkan pada urusan ketahanan sistem teknologi dan informasi, sumber daya frekuensi yang belum tertata baik, hingga urusan birokrasi.

Redaksi KompasTekno telah meminta pendapat para pemimpin perusahaan telekomunikasi, penyedia data center, pendiri perusahaan rintisan berbasis digital, akademisi, hingga pengamat di bidang TIK, tentang masalah TIK yang mereka anggap penting untuk segera diatasi oleh Menkominfo mendatang.

Redaksi KompasTekno juga meminta pendapat mereka tentang kriteria apa saja yang harus dimiliki Menkominfo mendatang. Tak lupa, kami pun meminta mereka mengajukan satu atau beberapa nama yang pantas menjabat sebagai Menkominfo.

Nantikan hasil jajak pendapat ini dalam artikel yang akan datang dari KompasTekno.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.