Kompas.com - 09/08/2014, 11:12 WIB
Kantor data center Indosat di Jatiluhur, Jawa Barat Reska K. Nistanto/KompasTeknoKantor data center Indosat di Jatiluhur, Jawa Barat
|
EditorReza Wahyudi

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Tak banyak yang tahu bahwa selain mejadi operator seluler, Indosat juga merupakan perusahaan penyedia layanan penyimpanan data (data center). Layanan tersebut sudah mulai diperkenalkan Indosat sejak tahun 2000.

Untuk menunjang kinerja data center tersebut, Indosat telah membangun Disaster Recovery Center (DRC) yang terletak di Purwakarta, Jawa Barat.

DRC merupakan layanan fasilitas backup data bagi perusahaan yang dilengkapi dengan koneksi jaringan langsung dari titik gedung pelanggan ke data center Indosat.

Layanan DRC dibutuhkan untuk mengantisipasi kerusakan sistem yang diakibatkan sesuatu hal yang di luar rencana (force majeur), seperti kekacauan, kebakaran, bencana alam, dan lainya.

Menurut Gidion S. Barus, Division Head IT Solution di Indonsat, jaringan data center Indosat memiliki tier-tier yang berlapis. "Untuk area metropolitan kami punya adta center di SCBD, sementara di luar Jakarta sudah ada di Jatiluhur, Bandung, dan Bali.

Fasilitas DRC Indosat sendiri didukung oleh jaringan broadband, broadband internet access, MPLS, Leased Line, satelit, serta jaringan seluler 3,5 G

Fasilitas penunjang lain yang dimiliki adalah redundant UPS untuk pemasok daya listrik, backup baterai, serta generator listrik yang bisa memberikan suplai listrik selama lebih dari 18 jam.

"Kita berkaca dari peristiwa banjir besar di Jakarta beberapa saat lalu, saat itu kita butuh waktu seminggu untuk benar-benar pulih," terang Gidion. Data center Indosat saat ini memiliki dua sumber power supply (2N) independen yang terkoneksi ke setiap rack, cooling system, dan perangkat lain yang menjamin setiap kegiatan.

"Ke depannya kita akan mencoba tiga sumber daya listrik, namun pasti jatuhnya (harga layanan) pasti sangat mahal dan klien belum banyak yang menginginkannya," ujar Gidion.

Menurut Gidion, pada awalnya Indosat mengalami kesulitan dalam menarik pelanggan korporat untuk menyimpan cadangan data di server mereka. "Terutama karena masalah trust," ujarnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.