Android Xiaomi Diam-diam "Terbangkan" Data Pengguna

Kompas.com - 13/08/2014, 14:26 WIB
Xiaomi MI4 XiaomiXiaomi MI4
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com -  Xiaomi yang sedang berencana memasarkan produknya di Indonesia, menghadapi tuduhan. Vendor smartphone asal Tiongkok dianggap mengumpulkan data para penggunanya. Tuduhan itu berasal dari firma keamanan F-Secure.

Menurut F-Secure, dalam postingan di blog resminya, salah satu layanan pesan Xiaomi, Cloud Messaging diam-diam mengoleksi data nomor telepon penggunanya dan identitas-identitas lain yang ada di dalam perangkat, termasuk informasi Contact.

F-Secure menggunakan perangkat RedMi 1S untuk mencoba mengonfirmasi dugaan tersebut.

Saat ponsel booting, mereka menemukan bahwa IMEI smartphone dan nomor telepon serta daftar telepon kontak di dalamnya berikut pesan teks, dikirim ke server yang beralamat http://api.account.xiaomi.com. Server ini diduga berada di Tiongkok.

Menanggapi tuduhan tersebut, Vice President Xiaomi, Hugo Barra mengeluarkan pernyataan melalui akun Google+ miliknya. Menurut Barra, layanan Cloud Messaging memang menggunakan identifier SIM dan perangkat untuk menyampaikan pesan antardua pengguna.

"Namun Xiaomi tidak menyimpan informasi pribadi tersebut," tegas Barra seperti dikutip dari Digital Trends, Rabu (13/8/2014).

Barra juga mengatakan akan ada update untuk Cloud Messaging untuk menangkis tuduhan itu. Selain merilis update, Xiaomi juga akan mengenkripsi nomor telepon yang dikirim ke Cloud Messaging.

Walau seolah menampik isu pengumpulan data, namun Barra tetap meminta maaf kepada pengguna dan fans smartphone Mi.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X