Kompas.com - 14/08/2014, 11:42 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

Kompas Tekno memilih untuk memulai perjalanan dari area depan The Plaza Office Tower, Jalan M.H. Thamrin, tempat Uber menggelar acara peluncuran hari itu, menuju daerah Palmerah.

Perkiraan tarif akan ditampilkan apabila pengguna telah menentukan lokasi penjemputan dan tujuan, berikut dengan prediksi waktu penjemputan yang berkisar dalam hitungan menit. Tarif minimal Uber dipatok pada angka Rp 30.000 dengan hitungan berdasar jarak dan waktu tempuh ke tujuan.

Apabila tak ada mobil di sekitar wilayah penjemputan, aplikasi akan memberi notifikasi berbunyi “no black cars available”.

Tampilan aplikasi Uber saat memilih titik penjemputan (kiri), perkiraan tarif ke tujuan (tengah), dan saat tidak menemukan mobil di sekitar area penjemputan yang dipilih

Nama pengemudi yang menanggapi pesanan akan ditampilkan di aplikasi Uber, begitu pula dengan jenis kendaraan dan plat nomor agar mudah diidentifikasi oleh pengguna. Ini diperlukan karena mobil sewaan Uber tidak memiliki penanda khusus layaknya taksi. Tampilannya seperti mobil pribadi saja, dengan plat berwarna hitam.

Pengemudi mobil pesanan Kompas Tekno ketika itu bernama Iwan Setiawan. Dia memiliki rating 4,6 dari skala 5 bintang. Rating ini diberikan oleh para pengguna jasa Uber, mewakili pendapat mereka mengenai kualitas layanan pengemudi yang bersangkutan.

Tak sampai 5 menit, mobil yang dikemudikan Iwan sudah tiba di depan The Plaza Office Tower. Rupanya ia memang sedang “mangkal” di dekat situ. Layanan Uber saat ini memang baru dikonsentrasikan di wilayah CBD Sudirman dan Kuningan.

Pakai iPhone

Usai saling menyapa dan mengkonfirmasi, Kompas Tekno bersama rekan pun melangkah ke dalam Mercedes-Benz E-Class yang dikemudikan Iwan. Di dalamnya tak ada perlengkapan khusus seperti argo taksi, hanya sebuah iPhone yang bertengger di dekat dashboard.

oik yusuf/ kompas.com
Mobil Uber yang ditumpangi Kompas Tekno

Ponsel itu menjalankan versi aplikasi Uber untuk pengemudi. Lewat perangkat ini, Iwan memperoleh informasi pesanan, berikut posisi pemesan, lalu menanggapi apabila dirasa sanggup. Mirip dengan fungsi radio panggil atau argo modern pada taksi konvensional.

Iwan mengaku sebagai karyawan sebuah perusahaan rental mobil di Pasar Minggu dan baru tiga hari menjadi pengemudi Uber. “Dari mobil-mobil perusahaan, ada dua mobil yang dialokasikan untuk Uber. Saya sendiri ditawari untuk mengemudikannya,” kata Iwan, yang mengatakan bisa memperoleh penghasilan lebih besar dengan menjadi pengemudi mobil Uber, ketimbang mobil sewaan biasa.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.