Kompas.com - 15/08/2014, 13:23 WIB
Orang yang menyembunyikan sesuatu lebih sedikit memakai kata 'saya'. BBCOrang yang menyembunyikan sesuatu lebih sedikit memakai kata 'saya'.
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi

Hal lain yang perlu diselesaikan oleh menkominfo mendatang adalah bagaimana pemanfaatan sumber daya terbatas yang selama ini ada di ranahnya. Tentunya ini termasuk frekuensi radio, yang digunakan mulai dari operator seluler hingga siaran televisi.

Menkominfo berikutnya harus tegas mengembalikan fungsi frekuensi yang terbatas itu untuk digunakan demi kepentingan rakyat banyak. Semua pihak yang sudah memiliki hak penggunaan frekuensi harus diawasi dengan jeli, apakah benar sudah dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak? Jika tidak, harus ada penegakan hukum yang tegas. Artinya? Kalau memang harus dicabut, ya cabut saja frekuensinya!

Kemudian, soal konten, tugas kementerian ini adalah mendorong lahirnya konten yang bermutu. Jangan berpikir kerdil dan hanya bisa memblokir. Upaya untuk melahirkan konten yang bermutu harus dilakukan, bekerja sama dengan pelaku industri kreatif. Inovasi konten adalah senjata ampuh untuk meredam konten negatif karena, selain memberikan sajian yang layak, juga meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya.

Pengembangan konten harusnya dapat porsi jauh lebih besar daripada blokir-memblokir, sensor-menyensor, yang terus terang tidak akan pernah efektif, kecuali sebagai "proyek mercu suar" dan pengalih perhatian publik saja.

Prinsipnya: sembuhkan penyakitnya, bukan gejalanya!

Kriteria apa yang harus dimiliki menkominfo?
Indonesia butuh sosok menteri yang bekerja. Suara rakyat dalam Pemilu 2014 sudah jelas, lebih banyak yang mendambakan pemimpin yang giat bekerja. Jadi, itu hal pertama yang harus dimiliki menkominfo mendatang: mau bekerja, mau melihat kondisi sebenarnya, mau mendengarkan pendapat dari semua pihak (bukan hanya yang segolongan dengan dirinya).

Memang benar bahwa menteri tidak harus ahli di bidangnya. Namun, secara pribadi, ingin sekali rasanya melihat seorang menteri yang tidak gagap bicara IT, apalagi yang bisa coding. Bayangkan, seorang menteri dengan kemampuan developer!  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Satu hal lagi, menteri adalah sebuah jabatan publik, jadi kriteria penting berikutnya dari menkominfo mendatang adalah mampu menjabarkan program dan kebijakannya ke publik. Sekurang-kurangnya ia harus bisa menjelaskan kenapa sebuah kebijakan diambil dan apa manfaatnya bagi rakyat banyak. Lebih bagus lagi kalau sang menteri punya visi yang jelas.

Siapa tokoh yang kira-kira bisa menjalankan amanat TIK di Indonesia?
Kalau saya sendiri ingin sekali Kang Onno W Purbo bersedia jadi menteri. Track record "demi rakyat" dari seorang Onno sudah tak perlu diragukan lagi. Tentu, ia harus didukung oleh tim yang melengkapi karena, bagaimanapun, kerja kementerian adalah kerja tim.

Tokoh lain yang menarik datang dari kalangan industri telekomunikasi. Akan menarik melihat bagaimana kiprah salah satu nakhoda dari tiga perusahaan telekomunikasi seluler besar—Alex J Sinaga (Telkomsel), Alexander Rusli (Indosat), atau Hasnul Suhaimi (XL Axiata)—menangani isu-isu di kementerian.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.