Kompas.com - 15/08/2014, 13:23 WIB
Orang yang menyembunyikan sesuatu lebih sedikit memakai kata 'saya'. BBCOrang yang menyembunyikan sesuatu lebih sedikit memakai kata 'saya'.
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi

Ada juga tokoh-tokoh "kuda hitam" dari kalangan birokrat. Pertama, mantan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo yang sekarang di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto.

Kedua, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kominfo Basuki Yusuf Iskandar (yang pernah menjabat Dirjen Pos dan Telekomunikasi serta Sekjen Kementerian Kominfo). Dua tokoh ini sudah tahu "jeroan"-nya Kementerian Kominfo.


2. Aulia Masna
(Chief Editor DailySocial.net)

Masalah terbesar TIK yang perlu segera diatasi?
Menurut saya, permasalahan teknologi informasi yang paling besar saat ini di Indonesia ada pada regulasi dan proses pembentukan regulasi itu sendiri. Sering sekali undang-undang dan segala macam peraturan yang ada tidak bisa mengakomodasi kecepatan perubahan dan perkembangan teknologi.

Misalnya tentang WiFi. Di Indonesia, sampai sekarang, perangkat WiFi Router 802.11n saja masih secara hukum belum boleh dijual ke publik karena menurut regulasi postel, frekuensi yang dipakai terbatas untuk kebutuhan militer. Dulu, hal yang sama terjadi pada 802.11b. Produsen komputer sudah sejak tahun 1999 mengeluarkan laptop dengan WiFi. Sementara itu, di Indonesia, secara legal, frekuensi 2,4 GHz yang dipakai WiFi 802.11b itu baru bisa digunakan mulai Januari 2005.

Jadi, sangat perlu ada adaptasi dari kementerian dan semua pihak terkait untuk bisa mempercepat proses penerbitan regulasi atau lebih bijak dalam merespons perkembangan teknologi.

Kriteria apa yang harus dimiliki menkominfo?
Singkat saja, kementerian sebaiknya memang dipegang oleh orang yang bukan cuma mengerti permasalahan portofolio yang dipegang, tetapi juga terlibat atau pernah terlibat langsung dalam menangani hal-hal terkait. Akan tetapi, bukan berarti seorang birokrat otomatis tidak berhak atas hal ini. Selama orang itu mengerti kebutuhan, kepentingan, dan permasalahan yang dihadapi oleh konsumen dan industri terkait, dan tahu cara terbaik dalam menanganinya, seharusnya keikutsertaan mereka sah-sah saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kominfo memang termasuk wilayah yang pelik, tetapi setidaknya banyak yang cukup vokal di bidang ini. Oleh karena itu, menteri yang berikutnya harus bisa mengakomodasi segala macam masukan dan pendapat dari para praktisi, baik dari sisi bisnis, regulator, maupun konsumen.

Siapa tokoh yang kira-kira bisa menjalankan amanat TIK di Indonesia?
Asal bukan Tifatul Sembiring, Mohammad Nuh, atau siapa pun yang punya pola pikir serupa. Jangan sampai menkominfo malah dakwah agama atau hal lain yang nggak berurusan dengan bidangnya. Nama? Tidak ada.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.