Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/08/2014, 14:17 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Ilustrasi menelepon dengan tablet

KOMPAS.com Tablet mungkin bukan perangkat ideal untuk dipakai menelepon. Namun, tablet yang dilengkapi kemampuan voice call ternyata diminati oleh konsumen di wilayah Asia Pasifik di luar Jepang (APeJ), menurut sebuah laporan dari IDC.

Lembaga riset pasar itu mencatat bahwa pada kuartal kedua 2014, angka pengapalan perangkat tablet dengan fitur voice call di wilayah APeJ mengalami pertumbuhan sebesar 60 persen dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Di sejumlah negara berkembang seperti India dan Indonesia, segmen tablet dengan kapabilitas voice call bahkan menguasai hampir 50 persen dari keseluruhan pasar tablet.

"Pergeseran ini menggarisbawahi ketertarikan konsumen, setidaknya di negara-negara berkembang, dalam menggunakan satu perangkat mobile untuk melakukan semua kegiatan—mulai dari menonton film, menjepret foto, menulis SMS atau menelepon, bahkan dengan perangkat berlayar selebar 7 inci," ujar Analis Pasar Senior tim Perangkat Klien IDC, Avinash K Sundaram.

IDC Grafik angka pengkapalan dan pangsa pasar perangkat tablet dengan kemampuan voice call di wilayah APeJ, dari kuartal kedua 2013 hingga kuartal kedua 2014, menurut data IDC

Sebanyak 18,3 juta unit tablet dikapalkan di wilayah ini sepanjang kuartal kedua 2014, 25 persen di antaranya merupakan tablet dengan opsi voice call built-in. Perangkat-perangkat ini seluruhnya menggunakan OS Android.

IDC menyakini bahwa tren pertumbuhan tablet yang bisa menelepon akan makin mengemuka. Perangkat-perangkat ini dinilai bisa memenuhi kebutuhan konsumen akan gadget yang bisa melakukan semua hal dan juga terjangkau.

"Untuk saat ini, kelihatannya kecintaan orang Asia akan layar yang lebih lebar bakal berlanjut," simpul Sundaram.

Pihak IDC mengategorikan perangkat dengan layar 7 inci atau lebih besar sebagai tablet, sementara gadget yang memiliki ukuran layar lebih kecil dari itu digolongkan sebagai smartphone.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.