Eka Gustiwana, dari "Ngamen" jadi Juara YouTube

Kompas.com - 27/08/2014, 13:36 WIB
Eka Gustiwana mengerjakan proyek audio di studio musik sekaligus kediamannya di Jakarta, Senin (25/8/2014) oik yusuf/ kompas.comEka Gustiwana mengerjakan proyek audio di studio musik sekaligus kediamannya di Jakarta, Senin (25/8/2014)
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat

Sekali main, dia bisa mendapat honor hingga Rp 200 ribu. Dalam seminggu Eka bisa memperoleh order untuk ngamen sampai delapan kali. "Karena kepepet selepas SMA itulah saya bisa menemukan cara untuk mencari uang. Dapatnya pun lumayan untuk ukuran pemain baru saat itu."

Proyek "thank you"

Perlahan-lahan, dari pekerjaannya mengamen di kafe itu, Eka bisa menabung, hingga kemudian dia membeli peralatan studio dan komputer pribadi untuk keperluan produksi musik secara digital. Eka memang tidak puas dengan sekedar berkeliling ngamen, dia ingin menjadi pencipta lagu.

Dari studio yang dibangun di salah satu kamar di rumahnya itulah, kiprah Eka sebagai komposer musik dimulai. Karena belum punya nama, pada awalnya dia menawarkan jasa membuat musik kepada teman-teman secara gratis. "Istilah saya project 'thank you'. Tidak apa-apa nggak dibayar, yang penting bisa dapat portofolio, dapat pengalaman," kata Eka.

Kesempatan besar pertama buat Eka datang pada tahun 2010, saat dia menulis dan mengaransemen lagu yang dinyanyikan oleh aktris Nikita Willy. Pada tahun yang sama dia mengikuti lomba membuat jingle taman hiburan Dunia Fantasi dan berhasil meraih juara pertama. Permintaan proyek berbayar pun mulai mengalir seiring dengan semakin dikenalnya karya musik Eka.

Kini, Eka sudah terbiasa menggarap proyek musik, entah membuat jingle atau menulis lagu. Daftar kliennya mencakup pengelola rumah sakit, perbankan, telekomunikasi, hingga semua stasiun televisi nasional di Indonesia. Bermusik inilah yang sebenarnya menjadi karir utama Eka, sementara Speech Composing hanya sekedar selingan. "Untuk bikin orang tertawa, ha-ha-ha," candanya.

Dalam menangani proyek-proyek musik ini, Eka yang kadang bekerja bersama teman-temannya mengaku terbantu dengan kemajuan teknologi digital, terutama jaringan internet. "Kalau dulu prosesnya makan waktu berhari-hari karena harus kirim paket CD ke klien, kini dengan layanan seperti Dropbox dan Google drive bisa dalam hitungan menit," jelas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Ke depan layar

Berkat video parodi Arya Wiguna yang dibuatnya, nama Eka kini lekat dengan speech composing. Kebetulan, Eka merupakan salah satu pelopor teknik tersebut di Indonesia, kalau bukan yang pertama.

Video Arya Wiguna dengan cepat disusul oleh speech composing pembawa berita Jeremy Teti, juga gubahan Eka. Dia lalu kembali menelurkan sejumlah video speech composing lain dengan melibatkan berbagai tokoh, mulai komedian Dodit Mulyanto, penyanyi Syahrini, hingga calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X