Kompas.com - 19/09/2014, 12:05 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Ilustrasi BBM Money pada ponsel BlackBerry

KOMPAS.com - BlackBerry meluncurkan BBM Money pada Februari 2013 di Indonesia. Negeri ini dipilih sebagai lokasi implementasi awal layanan mobile payment berbasis BlackBerry Messenger (BBM) tersebut lantaran banyaknya jumlah pengguna BBM yang ada.

Di samping itu, BlackBerry menilai bahwa ranah e-commerce Indonesia menyimpan potensi perkembangan mobile payment di tengah-tengah masih kecilnya angka penetrasi kartu kredit dan kartu debit yang masing-masing disebutkan hanya berkisar di angka 3 persen dan 11 persen.

“Indonesia adalah pasar e-commerce yang pertumbuhannya kedua terbesar setelah China, dan karena itu merupakan pasar yang cocok untuk BBM Money,” ujar Wakil Presiden Senior Emerging Solutions BlackBerry Matthew Talbot di Jakarta, Kamis (18/9/2014).

BlackBerry melihat peluang lebih lanjut dari perkembangan jumlah pengguna BBM di Indonesia yang disebut Talbot mengalami peningkatan pesat sejak  sejak aplikasi chatting itu dirilis di Android dan iOS.

“Pertumbuhannya mencapai 150 persen dalam setahun terakhir,” kata Talbot tanpa merinci berapa persisnya angka pengguna BBM di Indonesia. Hingga pertengahan tahun ini, aplikasi chatting tersebut mencatat jumlah pengguna sebanyak lebih dari 160 juta di seluruh dunia.

BBM Money di Indonesia merupakan layanan mobile payment hasil kerjasama BlackBerry dengan Bank Permata. Platform pembayarannya ditangani oleh perusahaan asal Inggris, Monitise.

Dengan aplikasi yang dapat diunduh dari BlackBerry App World ini, pengguna BBM bisa melakukan aneka macam transaksi mobile payment, termasuk membayar tagihan listrik, membeli pulsa, dan mengirim uang ke teman di kontak BBM yang juga telah memiliki akun BBM Money.

BlackBerry berencana melebarkan layanan BBM Money ke Android dan iOS pada awal 2015. Pabrikan itu juga menjanjikan fitur baru berupa transfer pulsa prabayar lewat BBM Money mulai akhir 2014 ini.

Andalkan BBM

BBM Money tak bermain sendiri di ranah mobile payment. Kalangan perbankan lokal telah pula meluncurkan layanan sejenis, misalnya Bank Mandiri dengan Mandiri e-cash. Tak ketinggalan pula operator-operator seluler dengan produk masing-masing.

Namun, pihak-pihak di belakang BBM Money tetap meyakini bahwa layanan ini memiliki peluang besar untuk tumbuh karena bersandar pada aplikasi chatting BBM yang sudah akrab dengan kalangan pengguna smartphone di Tanah Air.

“Kami, misalnya, melihat bahwa banyak orang memakai BBM untuk menjual barang. Biasanya transaksi akhir dilakukan secara manual lewat ATM. Nah, BBM money bisa sangat memudahkan dalam hal itu,” sebut Wakil Presiden Eksekutif Monitise, Darren Sugden.

Senada dengan Sugden, Talbot menambahkan bahwa masih ada kelebihan lain dari BBM Money dibandingkan layanan sejenis. Pengguna, misalnya, tak diharuskan memiliki rekening bank tertentu.

Orang yang tidak punya rekening bank sekalipun bisa melakukan transaksi karena uang dapat ditransfer ke akun BBM Money milik pengguna.

“Anda pun tak harus terikat dengan operator seluler tertentu, bebas memilih yang mana saja dan tetap bisa memakai BBM Money,” lanjut dia.

Talbot mengatakan pihaknya berniat mengembangkan layanan BBM Money ke negara lain di luar Indonesia, tapi dia mengaku belum menentukan negara mana saja yang disasar.

“Masing-masing negara punya persyaratan, kebutuhan, dan perizinan berbeda. Di Indonesia, semua aspek yang dibutuhkan sudah ada. Di sini penetrasi kartu kredit dan kartu debit rendah sehingga menimbulkan peluang untuk mobile payment,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.