Kompas.com - 19/09/2014, 15:15 WIB
Ilustrasi pencurian data di Internet hackronomicon.comIlustrasi pencurian data di Internet
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Google menyatakan akan melakukan enkripsi data yang terdapat dalam perangkat Android meski tidak dipasang "password" oleh penggunanya.

Pengumuman Google pada Kamis (18/9/2014) itu muncul setelah Apple memperkenalkan rencana serupa untuk iPhone dan iPad terbarunya dan di tengah meningkatnya perhatian tentang privasi data pengguna.

Juru bicara Google menyatakan enkripsi data akan bersifat opsional dan ditawarkan bagi pengguna sistem Android, namun selanjutnya akan aktif secara otomatis pada versi Android berikutnya.

"Sebagai bagian dari rilis Android versi berikutnya, enkripsi akan diaktifkan oleh default, jadi pengguna tidak perlu berpikir untuk mengaktifkannya," kata juru bicara itu seperti dikutip kantor berita Reuters.

Google tidak mengatakan kapan perbaruan Android berikutnya akan diluncurkan.

Apple pada Rabu mengumumkan bahwa enkripsi barunya akan digunakan pada sistem operasi iOS 8 yang tersedia pada iPhone 6, yang mulai dijual Jumat. Enkripsi itu juga bisa dipasang untuk iPhone dan iPad yang sudah ada.

Menurut kebijakan baru yang tertulis di laman Apple, "Data personal seperti foto, pesan (termasuk lampiran), e-mail, kontak, riwayat panggilan, konten iTunes, memo, dan pengingat, semua berada di bawah perlindungan kode masuk."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tidak seperti para pesaing kami, Apple tidak dapat mengetahui kode masuk Anda dan dengan demikian tidak dapat mengakses data-data ini. Jadi secara teknis tidak memungkinkan bagi kami untuk bisa merespons perintah pemerintah guna mengekstrasksi data-data ini dari perangkat yang menggunakan iOS 8."

Perbaruan itu muncul setelah pemberitahuan tentang program pengawasan besar-besar oleh pemerintah yang menjangkau data dari komputer dan perangkat lain.

Pembocoran dokumen oleh mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (National Security Agent) Edward Snowden diduga menjadi penyebab munculnya perhatian tentang peran perusahaan teknologi besar dalam program tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber ANT
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.