Kompas.com - 24/09/2014, 07:39 WIB
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com - Penyedia layanan internet di Indonesia bersiap untuk mematikan layanannya jika model bisnis yang mereka pakai selama ini ternyata menyalahi aturan. Mereka tidak mau berakhir di penjara seperti nasib Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2), Indar Atmanto.

Menurut pengamat dan penggiat teknologi telekomunikasi, Onno Widodo Purbo, apa yang dilakukan oleh para penyedia layanan internet itu semata-mata adalah bentuk kepatuhan terhadap hukum.

"Ini bukan protes lho ya, tapi merupakan bentuk kepatuhan terhadap hukum dan keputusan pengadilan," ujar Onno saat dijumpai di sela-sela pertemuan perwakilan ISP di kantor Indosat di Jakarta, Selasa (23/9/2014).

"Mereka tidak mau dipenjarakan seperti Indar karena menyalahi aturan, jadi mendingan mematikan layanan internetnya," imbuhnya merujuk kepada keputusan Pengadilan Tinggi terhadap Dirut IM2 yang dinyatakan bersalah karena kasus pengadaan frekuensi 3G.

Ditambahkan oleh Onno, tidak ada keharusan sebuah ISP untuk memiliki izin frekuensi 3G. Sebuah ISP dapat menyewa bandwidth secara sah ke operator 3G tanpa perlu izin operasi frekuensi 3G.

Hal yang sama juga diutarakan oleh ketua umum APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), Semmy Pangerapan.

"Kami semua (para penyelenggara ISP) ingin taat hukum, tidak mau menjadi napi, daripada masuk penjara, lebih baik kami matikan saja koneksi internetnya," terang Semmy.

Menurut Semmy, seluruh ISP yang tergabung dalam APJII akan segera menghentikan layanan internetnya jika fatwa yang sedang dimintakan ke MA tentang kasus IM2 tersebut ternyata berlaku sama untuk semua ISP di Indonesia, karena mereka memiliki model bisnis yang serupa dengan IM2.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.