Kompas.com - 26/09/2014, 07:24 WIB
Pabrik suplier komponen elektronik di Tiongkok Flickr/Institute for Global Labour and Human RightsPabrik suplier komponen elektronik di Tiongkok
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com - Walau perusahaan-perusahaan teknologi besar, seperti Apple dan Samsung telah berupaya untuk meningkatkan kondisi pekerja dan buruh pabrik-pabrik penyuplainya di Tiongkok, namun masalah klasik buruh di bawah umur terus saja berulang.

Seperti yang dilaporkan oleh The Wall Street Journal yang mendapati murid-murid di Tiongkok dipaksa oleh pihak sekolah untuk bekerja di pabrik pemasok komponen produk Hewlett Packard (HP).

Dalam laporan yang dipublikasi pada Rabu (24/9/2014) itu, murid-murid tersebut dipaksa sekolah mereka untuk bekerja selama 12 jam per hari, selama enam hari dalam seminggu.

Seorang murid yang berumur 16 tahun, yang tidak mau disebut namanya, mengatakan bahwa sekolah memaksa mereka untuk bekerja di pabrik komputer selama musim panas, atau diancam tidak lulus sekolah.

"Saya dipaksa untuk menghabiskan musim panas dengan bekerja membuat komputer atau saya tidak bisa lulus," ujar siswi dengan marga Xiao itu. "Saya seperti dipermainkan dan ditipu," imbuhnya. Selain dirinya, masih ada sekitar seribuan lagi siswa yang memiliki nasib yang serupa.

Tahun lalu, Tiongkok mendapat sorotan dunia karena sejumlah pabrik pemasok produk-produk elektronik besar di negara itu kedapatan mempekerjakan buruh yang masih di bawah umur.

Selain pelanggaran umur, pabrik-pabrik itu juga memaksa mereka bekerja melebihi batas jam kerja maksimal, dan fasilitas pabrik yang jauh dari layak.

Keadaan tersebut sampai membuat raksasa teknologi, Apple untuk memutuskan kerjasamanya dengan beberapa pabrik pemasok komponennya di Tiongkok.

Apple dan HP, beserta vendor-vendor besar lainnya, mengaku telah bekerjasama dengan para pabrik pemasok mereka agar memenuhi semua persyaratan dan hukum yang berlaku. Namun, pelanggaran tetap saja kerap terjadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.