Kompas.com - 29/09/2014, 14:11 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
LONDON, KOMPAS.com - Model-model perangkat BlackBerry10 selama ini boleh dibilang kurang berhasil mendongkrak popularitas BlackBerry, pabrikan asal Kanada yang sedang terpuruk menghadapi gempuran dari Apple (iOS) dan Android di ranah smartphone.

Gagal menyasar konsumen umum, BlackBerry kini hendak mengalihkan fokus ke kalangan korporat yang menjadi pemakai tradisionalnya.

"Mereka (kalangan profesional) adalah asal muasal kami. Bisa dibilang BlackBerry akan kembali ke akarnya," ujar COO BlackBerry Marty Beard ketika berbincang dengan Kompas Tekno usai acara peluncuran BlackBerry Passport di London, Inggris, minggu lalu.

Sikap baru BlackBerry tersebut tercermin dari produk smartphone teranyarnya, Passport, yang menurut Beard ditujukan untuk kalangan "profesional mobile". Layar lebar ponsel ini sengaja dirancang agar penggunanya mudah membaca dokumen, seperti spreadsheet dan e-mail.

Demikian pula dengan keyboard QWERTY dan teknologi lain milik Passport, seperti BlackBerry Assistant pada OS 10.3, semuanya dioptimalkan untuk bekerja.

Passport menduduki posisi teratas hierarki perangkat BlackBerry 10, sementara di segmen low-end ada BlackBerry Z3  "Jakarta" yang baru-baru ini meluncur di Indonesia. BlackBerry Z3 pun, menurut Beard, sebenarnya menyasar kalangan profesional muda seperti mereka yang baru memasuki angkatan kerja.

"Jadi, jangan dikira BlackBerry Z3 sekedar produk konsumen low end. Harapannya nanti para pengguna Z3 yang juga profesional akan berlanjut membeli ponsel BlackBerry, seperti Passport, jika sudah terjangkau kantong," imbuhnya.

Pergeseran fokus ke arah pengguna korporat juga terjadi di ranah software. Mulai update OS 10.3, pengguna BlackBerry kini memiliki dua pilihan toko aplikasi standar, yakni BlackBerry App World yang menyediakan aplikasi BlackBerry native dan Amazon Appstore di mana terdapat aneka aplikasi Android dalam bentuk file APK.

Dua toko aplikasi ini memiliki peranan berbeda dalam mengakomodir kebutuhan konsumen. Vice President Global Product Management BlackBerry Francois Mahieu menjelaskan bahwa toko aplikasi BlackBerry AppWorld bakal diarahkan agar lebih banyak memuat aplikasi produktivitas.

"Aplikasi seperti game akan tetap ada (di BlackBerry AppWorld) tapi tidak menjadi fokus utama. Untuk aplikasi-aplikasi semacam itu kami akan mendorong pengguna ke Amazon Appstore," kata Mahieu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.