Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjelasan Twitter soal Hilangnya "ShameOnYouSBY"

Kompas.com - 30/09/2014, 11:22 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Grafik Reverb Chart Twitte yang memeprlihatkan jumlah serta kecepatan tweet dari tagar #ShameOnYouSBY pada 26-28 September 2014

KOMPAS.com — Menghilangnya tagar #ShameOnYouSBY dari daftar trending topics mendapat tanggapan dari Twitter.

Dalam sebuah pernyataan yang diterima Kompas.com, Senin (29/9/2014), layanan micro-blogging ini menjelaskan bahwa hashtag tersebut menghilang bukan karena ada permintaan dari pihak tertentu untuk menyensornya, melainkan murni karena penurunan arus tweet.

Twitter turut menyertakan sebuah grafik Reverb Chart yang memperlihatkan kiprah tagar #ShameOnYouSBY mulai dari 26 September hingga 28 September 2014.

"Di grafik tampak bahwa pemakaian tagar itu mengalami penurunan pada Sabtu malam, 27 September 2014, sebagaimana digambarkan garis yang menurun. Inilah penyebab mengapa hashtag bersangkutan tergeser dari trends," papar Twitter dalam pernyataannya.

Masih menurut penjelasan Twitter, trending topics ditentukan dari "kecepatan" atau banyaknya tweet tentang sebuah topik yang terlontar dalam satu waktu, bukan popularitas umum.

Dengan metode ini, trending trends berusaha mengidentifikasi dan menunjukkan pada pengguna topik apa yang tengah hangat diperbincangkan di masyarakat. Trending trends bisa berubah sewaktu-waktu secara real time, tergantung dari kecepatan tren yang bersangkutan.

Bukan sensor

Mengenai dugaan bahwa Pemerintah Indonesia ikut andil menurunkan #ShameOnYouSBY, pihak Twitter mengatakan bahwa Twitter tidak pernah menerima permintaan sensor alias penghapusan konten apa pun dari Pemerintah Indonesia, termasuk dalam laporan transparansi terbaru yang memaparkan permintaan content removal secara global dalam periode 1 Januari-30 Juni 2014.

"Dari laporan ini, jelas bahwa Pemerintah Indonesia tidak punya sejarah terlibat dalam kegiatan Twitter," tulis Twitter lagi.

#ShameOnYouSBY sendiri mulai mengemuka menjelang akhir minggu lalu sebagai reaksi warga Twitter atas hasil sidang pembahasan RUU Pilkada di DPR yang memutuskan pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Lapor SPT Tahunan? Ini Langkah Validasi NIK Jadi NPWP via djponline.pajak.go.id

Hendak Lapor SPT Tahunan? Ini Langkah Validasi NIK Jadi NPWP via djponline.pajak.go.id

e-Business
2 Cara Kirim Pesan Rahasia di Medsos via Secreto dan NGL Link dengan Mudah

2 Cara Kirim Pesan Rahasia di Medsos via Secreto dan NGL Link dengan Mudah

Software
Galaxy Unpacked Tinggal Menghitung Hari, Apa Saja yang Bakal Dirilis?

Galaxy Unpacked Tinggal Menghitung Hari, Apa Saja yang Bakal Dirilis?

Gadget
Cara Pakai Multi-Screen Connect di Oppo Pad Air, Bisa Tampilkan Layar HP di Tablet

Cara Pakai Multi-Screen Connect di Oppo Pad Air, Bisa Tampilkan Layar HP di Tablet

Gadget
Apa Itu Kode OTP yang Bisa Dicuri dalam Modus Penipuan Link Undangan Nikah di WhatsApp?

Apa Itu Kode OTP yang Bisa Dicuri dalam Modus Penipuan Link Undangan Nikah di WhatsApp?

Internet
Harga Xiaomi 12 Lite 5G Turun, Kini Dibanderol Rp 4,9 Juta

Harga Xiaomi 12 Lite 5G Turun, Kini Dibanderol Rp 4,9 Juta

Gadget
TCL IonX Meluncur, HP Android Baterai Bisa Dilepas

TCL IonX Meluncur, HP Android Baterai Bisa Dilepas

Gadget
JD.ID Tutup Layanan di Indonesia 31 Maret 2023

JD.ID Tutup Layanan di Indonesia 31 Maret 2023

e-Business
Video Kemampuan Zoom dan Kamera 200 MP Samsung Galaxy S23 Ultra Beredar

Video Kemampuan Zoom dan Kamera 200 MP Samsung Galaxy S23 Ultra Beredar

Gadget
Harga Xiaomi 12 Semakin Murah, Kini Turun Lagi Rp 1 Juta

Harga Xiaomi 12 Semakin Murah, Kini Turun Lagi Rp 1 Juta

Gadget
Incognito Mode Chrome Android Kini Bisa Dikunci, Buka Wajib Pakai 'Fingerprint'

Incognito Mode Chrome Android Kini Bisa Dikunci, Buka Wajib Pakai "Fingerprint"

Software
Cerita HRD Google yang Dipecat Saat Interview Kandidat Karyawan

Cerita HRD Google yang Dipecat Saat Interview Kandidat Karyawan

Internet
Cara Menyimpan Status WhatsApp Orang Lain di HP Android, Tanpa Aplikasi Tambahan

Cara Menyimpan Status WhatsApp Orang Lain di HP Android, Tanpa Aplikasi Tambahan

Software
Waspada Penipuan Modus Undangan Pernikahan di WhatsApp, Bisa Curi OTP dan Kuras Rekening Korban

Waspada Penipuan Modus Undangan Pernikahan di WhatsApp, Bisa Curi OTP dan Kuras Rekening Korban

Internet
Link dan Cara Pesan Tiket Gratis Masuk Ancol, Bisa Didapat Mulai Hari Ini

Link dan Cara Pesan Tiket Gratis Masuk Ancol, Bisa Didapat Mulai Hari Ini

e-Business
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.