Pendiri Facebook "Terpaksa" Pakai Whatsapp

Kompas.com - 08/10/2014, 08:38 WIB
Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg FacebookPendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg

KOMPAS.com - Tak semua orang menggunakan Facebook. Mark Zuckerberg, pendiri jejaring sosial itu pun, pernah "terpaksa" beralih menggunakan Whatsapp untuk berkomunikasi dengan orang yang tak memasang aplikasi Facebook di ponselnya.

Orang tersebut adalah Brendan Iribe, CEO Oculus, perusahaan pengembang headset virtual reality yang diakuisisi Facebook senilai Rp 22 triliun pada bulan Maret lalu.

Padahal Facebook memiliki aplikasi pesan instan sendiri yang bernama Messenger. Tapi, karena Iribe juga tidak memasang software itu pada ponselnya, maka ia meminta Zuckerberg untuk menghubunginya lewat WhatsApp.

Ketika itu Facebook baru mengumumkan akuisisi atas WhatsApp, jadi Iribe sekalian menyarankan Zuckerberg agar mencoba produk perusahaan yang baru dibelinya tersebut.

Zuckerberg biasanya mendiskusikan soal bisnis dengan rekannya sambil jalan-jalan santai di sekitar Silicon Valley. Namun Iribe tinggal di tempat berbeda sehingga agak sulit diajak untuk melakukan pertemuan seperti itu.

"Jadi, kami ngobrol soal perjanjian (akuisisi Oculus oleh Facebook) lewat WhatsApp," kata Iribe dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh Bloomberg. Menurut dia, Zuckerberg sangat responsif ketika dihubungi via WhatsApp.

Minggu ini, Iribe mengunjungi markas Facebook di Menlo Park, California, untuk bertemu Zuckerberg dan eksekutif lainnya. Kedua orang itu masih sering berkomunikasi lewat WhatsApp saat tidak sedang bertatap muka.

Menurut Iribe, Zuckerberg sering kali menulis panjang di WhatsApp untuk menuangkan pikirannya. Pesan kerap dikirim secara bertubi-tubi sehingga menambah panjang baris obrolan yang harus dibaca. "Setelah beberapa lama, saya berpikir bahwa sebaiknya mungkin kami  berkomunikasi lewat telepon saja," kata Iribe.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.