Kompas.com - 17/10/2014, 15:08 WIB
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Huawei, vendor asal Tiongkok yang juga memasarkan ponsel pintar di Indonesia dinilai belum begitu dikenal oleh konsumen di Indonesia. Hal itu diakui secara langsung oleh CEO PT Huawei Indonesia, Sheng Kai.

"Jika Anda bertanya tentang siapa itu Huawei di Indonesia, belum banyak yang tahu brand ini," demikian ujar pria yang akrab dipanggil Steven ini di sela-sela peluncuran Huawei Ascend Mate7 di Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Walau demikian, Steven mengatakan Huawei berkomitmen tinggi di pasar Indonesia sejak lima tahun terakhir dengan meluncurkan berbagai smartphone untuksemua lapisan konsumen di Indonesia.

Karena itu, sebagian konsumen di Indonesia pun mengenal produk-produk smartphone Huawei ini dengan stereotipe produk-produk Tiongkok, yang murah dan mudah rusak. Padahal, menurut Steven, Huawei memiliki deretan produk dengan kualitas premium.

"Lima tahun terakhir kami telah berinvestasi menanamkan brand awareness di pasar Indonesia dengen meluncurkan produk smartphone untuk semua lapisan masyarakat," ujar Steven.

Steven mengklaim Huawei telah menghabiskan dana sekitar 7 juta dollar AS untuk kampanye brand awareness Huawei di Indonesia. Tahun depan, dana pemasaran itu akan ditambah lagi menjadi 10 juta dollar AS.

Lalu seperti apa cara Huawei mencitrakan dirinya sebagai produsen perangkat smartphone premium di Idnonesia?

Berbicara di kesempatan yang sama, Jim Xu selaku Vice President Consumer Business Group Huawei mengatakan, pihaknya secara bertahap memperkenalkan produk yang berkualitas melalui tim riset dan pengembangannya.

"Kami mengedukasi dengan cara memberikan fitur-fitur canggih di produk kami," demikian terang Xu.

Dengan memperkenalkan produk dengan kualitas rancang bangun yang unggul, seperti bodi smartphone yang terbuat dari bahan logam, serta teknologi canggih di smartphone-nya, Huawei berharap pandangan masyarakat bisa berubah.

Terobosan teknologi yang dibuat Huawei dalam Ascend Mate7 yang baru saja diluncurkan antara lain teknologi prosesor octa-core yang dikembangkan sendiri, sensor sidik jari, serta fitur slot dua kartu SIM yang bisa berjalan bersamaan di frekuensi 4G.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.