Kompas.com - 22/10/2014, 17:00 WIB
Petinggi Samsung memamerkan Samsung Galaxy Note 4 setelah acara peluncuran di Jakarta, Rabu (22/10/2014). Oik Yusuf/KOMPAS.comPetinggi Samsung memamerkan Samsung Galaxy Note 4 setelah acara peluncuran di Jakarta, Rabu (22/10/2014).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com -  Di tengah banjir smartphone lain yang menyertakan dukungan 4G LTE sebagai fitur standar, produk andalan terbaru Samsung, Galaxy Note 4, justru datang ke Indonesia tanpa kelengkapan jaringan seluler berkecepatan tinggi tersebut.

Ada beberapa penyebab di balik absennya 4G LTE di Galaxy Note 4. Alasan utamanya, menurut Senior Product Marketing Samsung Mobile Indonesia Febri Rusli, adalah untuk menekan harga jual agar tidak terlalu tinggi.

"Harga Galaxy Note 4 sebesar Rp 9,5 juta sudah termasuk premium. Kalau kami masukkan versi dengan LTE harganya bisa bertambah lagi hingga sekitar Rp 1 jutaan," ujar Febri ketika ditemui usai acara peluncuran Galaxy Note 4 di Jakarta, Rabu (22/10/2014).

Galaxy Note 4 memang terdiri dari beberapa versi yang kelengkapan fiturnya disesuaikan untuk masing-masing negara tujuan pemasaran. Versi Note 4 yang dipasarkan di Korea Selatan, misalnya, memiliki konektivitas 4G LTE.

Alasan lain bagi Samsung untuk memboyong versi Note 4 tanpa LTE ke Indonesia, menurut Febri, adalah pertimbangan nilai tambah bagi konsumen yang tak seimbang dengan biaya ekstra yang dikeluarkan. "Buat apa membayar lebih untuk fitur yang tak bisa dipakai?" tanyanya.

Febri mengaku tak ambil pusing dengan pabrikan lain yang memasukan produk dengan dukungan LTE. Dia mengatakan pihaknya lebih memilih untuk menunggu hingga ekosistem 4G LTE telah digelar dan menyebar luas di Indonesia. Setelah itu, barulah Samsung Indonesia akan memasukkan produk generasi selanjutnya yang telah dibekali kemampuan itu.

Senada dengan Febri, Vice President IM Business Samsung Electronics Indonesia Andreas Rompis mengatakan masalah harga adalah pertimbangan utama Samsung merilis Galaxy Note tanpa 4G LTE di Indonesia.

"Ini bukan penurunan spesifikasi... kami tak mau konsumen Indonesia bayar lebih mahal untuk fitur yang belum tentu bisa dipakai," kata Andreas.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.