Big Data Saja Tak Cukup, Saatnya untuk Smart Data

Kompas.com - 26/10/2014, 13:18 WIB
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Big Data adalah salah satu istilah di dunia teknologi untuk korporasi yang sedang menanjak popularitasnya. Istilah ini mengacu secara umum pada data dalam jumlah sangat besar dan rumit yang tak bisa diproses secara "tradisional".

Vserv, penyedia layanan marketing mobile, mencoba mengajak pengguna korporasi untuk tidak sekadar melihat Big Data, tapi melirik istilah baru yang disebut sebagai Smart Data.

Dalam keterangan tertulis yang dikutip KompasTekno, Sabtu (25/10/2014), memang tidak didefinisikan secara gamblang oleh Vserv apa yang dimaksud dengan Smart Data tersebut.

Namun, kurang lebih, Vserv menjelaskannya sebagai membuat hubungan yang jelas antara profil pengguna dengan beragam sumber daya terkait. Dalam hal ini termasuk perusahaan telekomunikasi, aplikasi, mitra offline dan platform manajemen data.

Vserv mengindikasikan mereka telah memproses lebih dari 500 juta profil pengguna unik melalui sebuah algoritma khusus, untuk keperluan itu.

Hasilnya? Vserv mengklaim telah menciptakan persona pengguna. Persona ini kemudian bisa ditindaklanjuti dan bahkan bisa diidentifikasi sinyal minatnya secara real-time.

Apa sih maksudnya? Kurang lebih, lewat platform Smart Data itu, Vserv mampu menyalurkan kampanye pemasaran yang cocok dengan minat penggunanya.

Hal itu berarti, pengguna tidak akan merasa terganggu (atau minimal, hanya merasa sedikit terganggu) dengan kampanye pemasaran yang muncul karena sesuai dengan minatnya.

Vserv mengklaim telah melakukan tes kampanye terintegrasi dengan Vserv Smart Data tersebut dan mencapai peningkatan angka konversi hingga 5 kali lipat.

"Perusahaan-perusahaan di masa depan akan beroperasi dengan berlandaskan premis sederhana dalam hal data – dan semakin cerdas data tersebut, semakin tajam hasilnya,” ujar Dippak Khurana, Co-Founder& CEO, Vserv.
 
Khurana memperkirakan peluang Smart Data bisa melibatkan perusahaan e-commerce, in app purchase, operator mobil dan iklan moble.

Ia mengatakan, nilainya bisa mencapai 260 milyar dollar AS di industri saat ini, di pasar-pasar yang sedang bertumbuh saja. Khurana pun menargetkan akan tercapainya 1,2 milyar pengguna unik pada tahun 2016.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.