Onno W. Purbo Beri "PR" untuk Menkominfo

Kompas.com - 28/10/2014, 09:35 WIB
Pakar IT Onno W. Purbo saat meresmikan Onno Center dalam acara di Jakarta, Kamis (28/8/2014) oik yusuf/ kompas.comPakar IT Onno W. Purbo saat meresmikan Onno Center dalam acara di Jakarta, Kamis (28/8/2014)
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Pakar IT Onno W. Purbo saat meresmikan Onno Center dalam acara di Jakarta, Kamis (28/8/2014)

KOMPAS.com - Penunjukkan Rudiantara sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menuai respon positif dari pengamat dan penggiat teknologi telekomunikasi, Onno W. Purbo.

"Beliau tahu seluk beluk dan arah ICT, khususnya telekomunikasi. Saya tak ragu soal itu," kata Onno via e-mail kepada KompasTekno.

Namun, tokoh yang namanya juga sempat disebut sebagai calon Menkominfo ini menambahkan bahwa Rudiantara menghadapi banyak pekerjaan rumah terkait persoalan-persoalan yang ada di dunia telekomunikasi Indonesia.

Onno mengatakan ada sejumlah "PR" yang harus menjadi perhatian Rudiantara. Penjabarannya sebagai berikut, dibedakan berdasar tingkat urgensi masing-masing:

Masalah mendesak
1. Kasus Indosat IM2 yang sudah merembet ke 16 penyelenggara layanan internet (ISP) lain.
2. Menyelesaikan penataan 4G di frekuensi 2,3 GHz
3. Meminta KPK atau BPK untuk melakukan audit proyek USO/ PLIK/ MPLIK/ IX.
4. Menyelesaikan konflik PNPB ISP.
5. Membebaskan Warnet dan RT/ RW Net dari keharusan memiliki izin ISP.
6. Memastikan frekuensi 2,4 GHz dan 5,8 GHz bebas digunakan.
7. Menyelesaikan masalah clusterisasi (pembatasan wilayah penjualan) pulsa seluler.
8. Menyelesaikan masalah intrusive ads (iklan peralihan) operator seluler.

Jangka menengah
1. Memasukkan kembali mata pelajaran ICT/ TIK ke dalam kurikulum sekolah.
2. Mendukung agar semua sekolah dan kampus tersambung ke internet.
3. Mendukung e-blusukan/ blusukan online agar hemat biaya rapat.
4. Mengarahkan Indonesia ke penggunaan teknologi open source.
5. Bermitra untuk mendukung DeMIT (Desa Melek IT).
6. Memberdayakan upaya telekomunikasi rakyat berbasis IP (OpenBTS, VoIP, ENUM).
7. Bermitra dengan TNI agar alutsista berbasis TIK buatan Indonesia.
8. Bermitra dengan TNI/ operator untuk telekomunikasi perbatasan.
9. Alokasi LTE di frekuensi 700 MHz untuk pertahanan, daerah perbatasan, dan pedalaman.

Jangka Panjang
1. Berkoordinasi untuk menumbuhkan industri IT (misalnya produksi ponsel lokal).
2. Memberikan dukungan kepada sekolah/ kampus yang mendukung industri IT melalui kurikulum.
3. Membantu sekolah/ kampus dalam menyelenggarakan e-learning/ pendidikan jarak jauh.
4. Membantu para pengembang distro Linux dan repo lokal.
5. Membantu para penulis buku-buku IT lokal.
6. Menggelar IPv6 di jaringan Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X