Kompas.com - 28/10/2014, 15:08 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Pelaku industri kreatif digital di Indonesia diyakini tidak akan ketinggalan untuk memanfaatkan infrastruktur yang semakin baik dengan hadirnya 4G.

Hal ini pernah dikatakan oleh Lolly Amalia Abdullah, Direktur Kerjasama dan Fasilitasi, Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan IPTEK, Kemenparekraf.

Menurutnya, dengan bandwidth yang besar, butuh konten digital dari berbagai sektor. Industri kreatif digital seperti game, animasi dan video online / web series bisa memenuhi hal ini.

Hadirnya telekomunikasi seluler generasi keempat (4G) menyediakan lahan yang lebih luas untuk akses informasi dan produksi konten kreatif digital.

Tumbuhnya industri kreatif sedikit-banyak bakal memberikan sumbangsih pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Selama 2010-2014 saja, menurut data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, industri kreatif memberikan kontribusi rata-rata 7,13% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menunjukkan kian menguatnya peranan sektor tersebut. Pada 2010, sumbangan ekonomi kreatif terhadap PDB tercatat sebesar Rp 473 triliun, sementara pada 2013 jumlahnya meningkat mencapai Rp 641 triliun.

Penyerapan tenaga kerja pun cukup tinggi oleh sektor industri ini, mencapai kisaran angka 11 juta hingga 12 juta jiwa.

Namun, sektor ekonomi kreatif tersebut masih didominasi oleh produk-produk fisik seperti kuliner, fesyen maupun kerajinan. Sedangkan industri kreatif digital masih kurang nyaring bunyinya.

Nah, soal industri kreatif digital, sebenarnya kita bisa belajar dari Korea Selatan. Dalam makalah ‘Hallyu 2.0: The Korean Wave in the Age of Social Media’ disebutkan, industri kreatif telah menjadi motor penggerak perekonomian Negeri Ginseng sejak tahun 2007.
 
Industri game online di Korea Selatan terdongkrak oleh layanan broadband yang boleh dibilang merata di sana. Dari sisi pendapatan pun bisa menyaingi industri film dan musik.

Pada 2000, Korea Selatan baru memiliki nilai ekspor game 102 dollar AS. 10 tahun sejak itu, nilainya mencapai 1,6 miliar dollar AS. Peningkatan 15,7 kali lipat, boleh lah  dibilang "Wow!"

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.