Kompas.com - 13/11/2014, 09:11 WIB
Chaim Fetter, CEO dan Pendiri Jualo.com Didit Putra Erlangga Rahardjo/KOMPASChaim Fetter, CEO dan Pendiri Jualo.com
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS - Jualo adalah situs jual beli barang bekas pakai yang menawarkan layanan yang diklaim lebih memanjakan para pembeli, bukan memudahkan penjual barang.
     
Fitur utama yang diunggulkan layanan tersebut adalah pencarian berdasarkan lokasi hingga detail.

Pendiri Jualo.com, Chaim Fetter, menjelaskan kepada Kompas bahwa pengguna yang mencari suatu barang akan mendapatkan hasil pencarian dari lokasi yang terdekat darinya. Semua berkat aplikasi mobile yang tersedia untuk sistem operasi Android.
     
"Misalnya dia sedang berada di hotel tengah mencari ponsel dan ternyata ada pengguna lain yang menjual barang yang dia cari, hasilnya akan tampil terlebih dahulu," katanya.
     
Dengan mengutamakan penjual yang ada di lokasi terdekat, Fetter berharap agar calon pembeli dan penjual itu langsung bertemu dan bertransaksi.

Dia meyakini, bila para pembeli merasa nyaman menggunakan layanan Jualo.com, otomatis para penjual akan datang. Itulah falsafah yang dipegang olehnya.

Dibuka sejak tahun 2014, Jualo kini sudah memiliki 100.000 anggota aktif dan dalam sebulan terakhir sudah memfasilitasi jual beli senilai Rp 121 miliar.
     
Dari statistik pengguna, Fetter mengungkapkan bahwa 70 persen didominasi jual beli barang bekas pakai dan 80 persen bertransaksi memanfaatkan fitur lokasi yang spesifik tadi.

Selain dari aplikasi, para calon pembeli juga datang ke situs berdasarkan mesin pencarian serta media sosial seperti Facebook.

Anak jalanan

Kisah pria yang lahir di Belanda dan beristrikan wanita dari Indonesia ini justru diawali dari pelesiran di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Fetter yang masih berusia 20 tahunan tengah berlibur untuk mencari pengalaman baru.
     
Saat itu, dia tengah mengelola usaha berupa situs jual beli di tempat asalnya yang dirintis sejak berusia 16 tahun. Dia berlibur ke Indonesia, negara yang pernah didatangi oleh kakeknya, dan tempat ayahnya lahir.
     
Sewaktu berada di sana, Fetter menjumpai begitu banyak anak jalanan yang berkeliaran di Lombok. Saat beberapa dari mereka diajak berbincang, sebagian besar mengaku jadi anak jalanan karena ditinggalkan orang tua yang mengadu nasib menjadi buruh migran, ada yang kemudian dititipkan ke nenek tapi setelah meninggal jadi terlantar.
     
Di hari terakhir liburannya, Fetter mengajak seorang anak jalanan ke sekolah dan berbincang dengan salah satu guru di sana. Dia ingin membayar biaya pendidikan anak tersebut selama setahun dan meminta guru tersebut untuk mejadi walinya karena dia harus kembali ke Belanda.
     
"Yang saya rasakan, setelah pulang hidup terasa lebih bermakna dengan membantunya," ujar Fetter.
     
Sepulang ke Belanda, Fetter menjual usahanya dan berniat untuk pindah ke Indonesia. Niat awalnya adalah membuka sebuah resor wisata di Gili Trawangan yang terletak di barat laut Lombok.
     
Pada saat yang bersamaan, dia menyurvei 400 anak jalanan untuk mendapatkan dukungan. Itulah mengapa dia kemudian mendirikan Yayasan Peduli Anak dengan mendirikan 3 asrama di lahan seluas 1,5 hektar lengkap dengan fasilitas seperti musala, sekolah dasar, dan sekolah vokasional. Fetter berhasil menghimpun 7.000 donatur sejak berdiri di tahun 2005.
     
Hingga kini yayasan tersebut sudah mandiri dalam memberikan tempat bernauh bagi anak-anak serta tempat untuk mendapatkan pendidikan serta ketrampilan dengan melibatkan 60 staf yayasan.
     
Setiap bulan, yayasan tersebut menghabiskan dana Rp 100 juta untuk biaya operasional dan semuanya berasal dari sumbangan.

Kembali

Pada tahun 2012, Fetter bersama isterinya mengadopsi dua anak dan memboyong mereka ke Jakarta. Di ibu kota, dia ingin kembali berbisnis.
     
"Saya ingin kembali ke keahlian saya yakni perusahaan teknologi," ujarnya.
     
Situs jual beli pun kembali ditekuni, langkah pertama yang ditempuh Fetter adalah mewawancarai para pengguna situs jual beli untuk mencari tahu aspirasi mereka.
Didapatkan tiga masalah pokok dalam jual beli elektronik di Indonesia yakni masalah distribusi dan transportasi, masalah keamanan, serta mekanisme pembayaran.
     
Itulah mengapa, konsep jual beli yang berorientasi pembeli pun dicetuskan Fetter. Dengan fitur lokasi yang spesifik, pembeli bisa dengan mudah mencari penjual, bertatat muka dan langsung bertransaksi. Dengan demikian dua masalah lainnya yakni keamanan dan mekanisme pembayaran langsung tuntas.
     
Dia menegaskan bahwa dua dunia yakni situs jual beli dan yayasan anak jalanan ini akan berjalan bersama-sama.

Sebanyak 5 persen dari keuntungan jualo.com akan disumbangkan kepada yayasan bagi anak jalanan ini. Salah satunya berasal dari layanan iklan premium di situs jualo.com.
     
Di Indonesia memang sudah ada situs yang menawarkan layanan serupa, Fetter mengaku tidak gentar untuk berkompetisi dengan pemain yang sudah terlebih dahulu hadir karena yakin bahwa falsafah yang dipegang perusahaannya berbeda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

e-Business
Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

Gadget
Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

Software
Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

Gadget
Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun 'Bot', Bos Twitter Menjelaskan

Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun "Bot", Bos Twitter Menjelaskan

Internet
Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

Gadget
Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

Software
Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

Software
Klasemen PUBG Mobile SEA Games 2021, Timnas Indonesia 'Belum Panas'

Klasemen PUBG Mobile SEA Games 2021, Timnas Indonesia "Belum Panas"

Internet
Menhub Budi Karya Pamer Keberhasilan Penanganan Mudik Lebaran 2022 di Changi Aviation Summit

Menhub Budi Karya Pamer Keberhasilan Penanganan Mudik Lebaran 2022 di Changi Aviation Summit

Internet
Samsung Luncurkan Galaxy Tab S6 Lite versi 2022, Siap Masuk Indonesia?

Samsung Luncurkan Galaxy Tab S6 Lite versi 2022, Siap Masuk Indonesia?

Gadget
Elon Musk Debat dengan Jack Dorsey soal Algoritma Twitter

Elon Musk Debat dengan Jack Dorsey soal Algoritma Twitter

Internet
Resmi Dibuka, Changi Aviation Summit Jadi Momentum Kebangkitan Penerbangan

Resmi Dibuka, Changi Aviation Summit Jadi Momentum Kebangkitan Penerbangan

e-Business
Jumlah Pendengar Podcast di Indonesia Terbesar Kedua di Dunia

Jumlah Pendengar Podcast di Indonesia Terbesar Kedua di Dunia

Internet
Internet Starlink Tersedia di 32 Negara, Indonesia Dijanjikan 2023

Internet Starlink Tersedia di 32 Negara, Indonesia Dijanjikan 2023

Internet
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.