Kompas.com - 15/11/2014, 14:08 WIB
Gerai Erafone di Jakarta Barat yang menjual Redmi 1S. Oik Yusuf/KompasTeknoGerai Erafone di Jakarta Barat yang menjual Redmi 1S.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Gerai Erafone di Jakarta Barat yang menjual Redmi 1S.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai akhir minggu ini, produk Xiaomi mulai dijual secara “offline” melalui jaringan toko ritel Erafone. Sebelumnya pabrikan asal Tiongkok itu hanya menyalurkan gadget besutannya secara eksklusif melalui toko online Lazada.

Bagaimana nasib penjualan online setelah produk Xiaomi mulai bisa diperoleh di toko? GM Xiaomi untuk wilayah Asia Tenggara Steve Vickers mengatakan pihaknya optimis kedua jalur penjualan itu tidak akan saling berbenturan.  

“Di semua negara lain tempat pemasaran Xiaomi, misalnya Singapura dan Malaysia, kami juga menjual secara offline setelah didahului penjualan online. Saya tidak melihat konflik apapun di antara keduanya,” terang Vickers dalam acara jumpa pers di Jakarta, Jumat (14/11/2014).

Menurut Vickers, penjualan secara offline dan online menyasar target pengguna yang berbeda. Dengan dijual secara online, Xiaomi menawarkan akses cepat terhadap perangkat dan harga yang lebih rendah. Sementara, penjualan offline ditujukan untuk meraih konsumen yang oleh suatu sebab tidak bisa berbelanja secara online.

Dia melanjutkan bahwa channel offline dan online akan memberikan kontribusinya masing-masing terhadap penjualan Xiaomi, meskipun proporsinya tidak selalu sebanding, tergantung dengan keadaan pasar di negara bersangkutan.

“Di negara asal Xiaomi, Tiongkok, misalnya, penjualan offline menyumbang sekitar 30 persen dari penjualan kami,” tutup Vickers.

Online dulu, baru offline

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk menyiasati agar channel penjualan offline dan online tidak berbenturan, Xiaomi menerapkan strategi di mana sebuah produk baru lebih dulu dipasarkan secara online. Setelah beberapa lama, produk bersangkutan baru “digeser” untuk dijual secara offline melalui toko.

“Memang itu strategi Xiaomi. Di semua negara selalu coba online dulu untuk estimasi pasar, baru kemudian jual offline,” ujar Jeremy Sim, CEO Retail Erajaya Group selaku pemilik jaringan toko Erafone.

Jeremy mencontohkan smartphone Redmi 1S yang menjadi produk pertama Xiaomi di Indonesia dan dijual perdana lewat toko online Lazada. Perangkat itu kini telah menyusul dijual di gerai Erafone.

Toko offline belum mendapat jatah perangkat berikutnya, Redmi Note, yang baru mulai dijual di Lazada minggu lalu. “Redmi Note sedang tunggu kanal online yang menjadi prioritas. Setelah online, toko offline pasti juga akan dapat,” kata MarComm Director Erajaya Group Djatmiko Wardoyo.

Bersama Trikomsel, Erajaya sendiri selama beberapa bulan terakhir telah bekerja sama dengan Xiaomi sebagai importir resmi perangkatnya di Indonesia, juga sebagai pemasok untuk Lazada.

Jeremy menargetkan perangkat Xiaomi sudah dijual di 20 gerai Erafone di wilayah Jadebotabek pada akhir minggu ini, sementara kota-kota lain, seperti Bandung dan Surabaya menyusul pada minggu depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.