Xiaomi Makin Agresif, Ini Kata Vendor Android Lokal

Kompas.com - 02/12/2014, 16:33 WIB
Xiaomi Redmi Note menjalankan interface MIUI 5.0 dengan tema Indonesia oik yusuf/ kompas.comXiaomi Redmi Note menjalankan interface MIUI 5.0 dengan tema Indonesia
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Pasar ponsel Indonesia kian menggiurkan saja. Mengacu data lembaga riset global, GFK, pasar ponsel Indonesia tahun 2015 diprediksi masuk tiga besar dunia di bawah China dan India.

Peluang ini tidak disia-siakan produsen ponsel asal China, Xiaomi. Agar bisa mencicipi pasar ponsel tahun 2015 nanti, Xiaomi sudah menyiapkan strategi meluncurkan produk di Indonesia sejak September 2014.

Keputusan Xiaomi itu berada di jalan yang benar. Wall Street Journal melaporkan, dalam rentang waktu tiga bulan, penjualan ponsel Xiaomi menembus angka 100.000 unit. Untuk diketahui, Xiaomi masuk Indonesia dengan menyasar pasar menengah kisaran harga Rp 1,5 juta per unit.

Angka penjualan Xiaomi pantas bikin khawatir produsen ponsel menengah Indonesia. Apalagi, Xiaomi terbilang merek baru di Indonesia. Produsen ponsel yang terganggu dengan Xiaomi ini tentulah produsen ponsel menengah produksi lokal.

Jika tak pandai-pandai, bisa saja ceruk pasar mereka diboyong oleh Xiaomi. "Pasar terganggu itu pasti,” kata Tjandra Lianto, Direktur Marketing PT Arga Mas Lestari, produsen ponsel merek Advan kepada Kontan, Senin (1/12/2014).

Namun, Tjandra berdalih, segmen pasarnya berbeda dengan segmen pasar Xiaomi. Menurut dia, Xiaomi fokus menjual produk secara online, sedangkan Advan menyasar toko yang bisa dijangkau dan dilihat konsumen. "Merek itu (Xiaomi) menyasar konsumen yang bisa mengakses pembelian online," kata dia.

Saat ini, Advan menjual ponsel sekitar 50.000 unit per bulan. Jika dihitung dalam tiga bulan, Advan menjual ponsel sebanyak 150.000 unit, lebih tinggi dari penjualan Xiaomi sebanyak 100.000 unit.

Berbeda dengan PT Hartono Istana Teknologi, selaku produsen ponsel merek Polytron yang menyatakan tak terpengaruh dengan kehadiran Xiaomi. Santo Kadarusman, Public Relations and Marketing Event Manager PT Hartono Istana Teknologi bilang, penjualan ponsel Polytron masih lebih banyak dari Xiaomi. "Kami tidak terganggu,” klaim Santo.

Menurut Santo, saat ini tren penjualan ponselnya naik seiring dengan kenaikan produksi. Jika tak ada aral melintang, Polytron akan menambah kapasitas produksi menjadi 300.000 unit ponsel per bulan di Juli 2015.

Namun begitu, Santo tak mau anggap remeh Xiaomi. Ia akan mempersiapkan strategi menghadapi serbuan ponsel impor dengan merilis smartphone seharga Rp 1,5 juta. Setelah itu Polytron menambah jalur distribusi dan menambah pusat layanan. (Kontan/Francisca Bertha Vistika)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Kontan
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X