Peretas Bocorkan Daftar Gaji Petinggi Sony Pictures

Kompas.com - 03/12/2014, 15:34 WIB
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Sony Pictures Entertainment diretas habis-habisan pekan lalu. Peretas mencuri empat film Sony yang belum dirilis dan menyusup ke komputer internal perusahaan.

Peretas yang menyebut dirinya #GOP atau Guardian of Peace ini menyabotase seluruh komputer di kantor Sony pada Senin (24/11/2014). Menurut Deadline Hollywood, seorang pekerja yang mencoba login komputer, disambut dengan tampilan layar, "Hacked by #GOP".

Menurut LATimes, karyawan Sony Pictures mulai menggunakan lagi pulpen, kertas, juga saluran telepon untuk bekerja saat ini.

Yang terbaru, seorang penulis di Fusion.net, Kevin Roose mengaku mendapat tautan ke pusat informasi publik Pastebin. Di dalamnya, terdapat lembar kerja yang berisi file mengenai gaji 6.000 pekerja Sony Pictures, termasuk 17 top eksekutifnya.

"Data termasuk paket kompensasi pekerja, nama, jabatan, alamat rumah, paket bonus, gaji saat ini," tulis Roose. Tak hanya data personal, file itu juga menampilkan nomor jaringan sosial para pekerja.

Dari data itu terlihat, gaji CEO Michael Lynton dan co-chairman Amy Pascal masing-masing di kisaran 3 juta dollar AS (sekitar Rp 36 miliar).

Publikasi data tersebut berlangsung tak lama setelah peretas mempublikasikan empat film Sony yang belum dirilis. Empat film itu Still Alice, film baru dari film musikal Annie, Mr Turner, dan To Write Love on Her Arms. Film yang dipublikasikan cuma-cuma lewat situs berbagi-file itu termasuk Fury, yang masih ditayangkan di bioskop saat ini.

Entah suatu kebetulan atau bukan, serangan peretas ini datang sebulan sebelum Sony merilis film komedi The Interview. Film ini menceritakan tentang dua jurnalis yang direkrut CIA untuk mengeksekusi pimpinan Korea Korea Utara Kim Jong-un.

Pemerintah Pyongyang sudah mengajukan surat keberatan pada PBB sejak Juni lalu mengenai film ini.

Manajemen Sony enggan berkomentar mengenai keterkaitan Korea Utara dan kebenaran mengenai isi file gaji pegawai. Pada Washington Post, perusahaan bilang akan membenahi sistem teknologi mereka yang diobrak-abrik peretas.

"Pencurian konten Sony Pictures Entertainment merupakan masalah kriminal dan kami bersama penegak hukum sedang menyelidiki hal ini," kaya Jurubicara Sony. Perusahaan bekerjasama dengan FBI dan unit forensik kemanan cyber Mandiant milik FireEyes.

Yang pasti, film The Interview akan mengundang banyak penasaran jika telah dirilis resmi pada musim liburan Natal nanti. (Kontan/Sanny Cicilia)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Kontan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.