Kompas.com - 05/12/2014, 08:09 WIB
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com — Pihak Korea Utara membantah keterlibatan mereka sebagai "dalang" peretasan studio film Hollywood, Sony Pictures, yang terjadi pada minggu lalu. Sebelumnya, nama Korea Utara santer disebut sebagai aktor aksi peretasan terkait dengan film The Interview yang akan dirilis Sony.

Seorang diplomat Korea Utara di New York dilaporkan oleh The Guardian mengatakan bahwa spekulasi yang mengait-ngaitkan Korea Utara dengan peretasan di Sony Pictures itu tidak benar.

"Menghubungkan (Korea Utara) dengan peretasan di Sony adalah kebohongan yang menyerang negara kami," ujar diplomat yang tidak mau disebut namanya itu kepada Voice of America, seperti dikutip oleh KompasTekno, Jumat (5/12/2014).

Menurut diplomat tersebut, Korea Utara telah mendeklarasikan kepada publik bahwa negaranya akan mengikuti aturan internasional dalam hal pembatasan konten, peretasan, dan pembajakan.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Korea Utara hanya mengatakan "tunggu dan lihat" saja ketika ditanya tentang keterlibatan mereka dalam serangan terhadap Sony Pictures.

Spekulasi yang beredar selama ini adalah Korea Utara menggunakan peretas yang berada di Tiongkok untuk membobol sistem komputer dalam Sony Pictures.

Beberapa ahli juga melihat kesamaan pola antara peretasan di Sony Pictures dan serangan cyber yang dilakukan oleh Korea Utara terhadap bank-bank dan jaringan TV di Korea Selatan pada 2013.

Motif serangan disinyalir berkaitan dengan film The Interview yang bakal segera dirilis oleh Sony Pictures. Film komedi besutan Seth Rogen ini mengisahkan tentang usaha badan intelijen AS, CIA, untuk membunuh pemimpin besar Korea Utara, Kim Jong Un.

Duta Korea Utara di PBB, Ja Song Nam, menyebut film itu adalah bentuk dukungan terhadap terorisme yang gamblang serta bentuk serangan terhadap Korea Utara.

Aksi peretasan yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri Guardian of Peace (GOP) pada minggu lalu sempat menumbangkan komputer milik Sony Pictures di seluruh dunia dan memaksa para pegawai perusahaan itu bekerja secara manual.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.