Kompas.com - 05/12/2014, 14:27 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Cerita tentang peretasan terhadap server Sony Pictures terus berlanjut. Kini, kelompok peretas yang menamakan dirinya Guardians of Peace (GOP) itu mempublikasikan daftar ribuan password yang dimiliki oleh Sony.

Tak sulit bagi kelompok peretas tersebut dalam menemukan daftar password di server Sony Pictures, karena Sony sendiri menyimpan dokumen yang seharusnya bersifat pribadi dan rahasia itu di satu folder yang sama. Lebih parah lagi, Sony memberi nama folder tersebut dengan "Password".

Dikutip KompasTekno dari Buzzfeed, Kamis (4/12/2014), daftar password yang dipublikasikan kelompok hacker tersebut antara lain berisi password log-in seluruh karyawan Sony, password web layanan finansial, termasuk di dalamnya adalah password akun-akun Facebook, Twitter, dan YouTube milik studio-studio film besar di Hollywood.

Daftar tersebut dimuat dalam 139 dokumen Word, spreadsheet Excel, file Zip, dan PDF. Kebanyakan dari file-file tersebut juga hanya diberi nama yang sederhana, seperti "password list.xls" atau "Youtube login passwords.xlsx."

Menurut Buzzfeed, kompilasi file-file tersebut kini beredar di jagat maya melalui situs file-sharing. Jika Sony tidak melakukan tindakan pencegahan, peretas-peretas lain yang mendapat informasi rahasia itu bisa saja memanfaatkannya untuk hal yang jahat, seperti penipuan.

Data yang dirilis oleh kelompok peretas GOP tersebut disinyalir baru sebagian saja yang dibocorkan ke publik. Diperkirakan, GOP saat ini memegang data penting Sony Pictures yang jika ditotal besarannya mencapai 100 terabyte.

Kejadian ini tentu saja menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu menyimpan informasi rahasia, seperti daftar login dan password di tempat yang aman, dan dengan nama yang tidak mudah ditebak. Jika perlu, kita bisa menambahkan enkripsi atau password untuk membuka dokumen tersebut.

Serangan terhadap server Sony Pictures itu sebelumnya disebut dilakukan oleh Korea Utara yang menggunakan peretas Tiongkok untuk membobol sistem komputer milik Sony.

Beberapa ahli juga melihat kesamaan pola antara peretasan di Sony Pictures dan serangan cyber yang dilakukan oleh Korea Utara terhadap bank-bank dan jaringan TV di Korea Selatan pada 2013.

Motif serangan disinyalir berkaitan dengan film The Interview yang bakal segera dirilis oleh Sony Pictures. Film komedi besutan Seth Rogen ini mengisahkan tentang usaha badan intelijen AS, CIA, untuk membunuh pemimpin besar Korea Utara, Kim Jong Un.

Namun, pihak Korea Utara baru-baru ini membantah keterlibatan mereka dalam insiden peretasan studio film besar Hollywood itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BuzzFeed
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.