Kompas.com - 09/12/2014, 08:49 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Serangan yang dilakukan oleh kelompok peretas "Guardian of Peace" (GOP) tampaknya benar-benar canggih. Bagaimana tidak, serangan ke studio film Hollywood ini disebut-sebut tidak mungkin dapat diantisipasi oleh siapapun.

Pernyataan tersebut tertuang dalam sebuah memo yang dikirimkan oleh CEO Sony Pictures Entertainment Michael Lynton kepada para karyawannya. Dalam memo ini, Lynton meneruskan hasil penyidikan awal dari Kevin Mandia, pimpinan perusahaan keamanan Mandiant, kepada dirinya.

Sekadar informasi, Mandiant merupakan perusahaan keamanan siber yang ditunjuk oleh Sony Pictures untuk menyelidiki kasus peretasan oleh GOP.

Dalam memo tersebut, Mandia mengungkapkan bahwa cakupan serangan yang dilakukan oleh GOP berbeda dari jenis serangan yang pernah terjadi di perusahaan selama ini.

Menurutnya, ada dua tujuan serangan tersebut, yaitu untuk menghancuran properti dan merilis data rahasia Sony Pictures ke publik.

"Intinya adalah (serangan) ini merupakan kejahatan yang tak tertandingi dan terencana dengan baik, dilakukan oleh kelompok tergorganisir. Sony Pictures dan perusahaan lain tidak mungkin siap (akan serangan tersebut)," tulis Mandia, seperti KompasTekno kutip dari Recode, Selasa (9/12/2014).

Mandia juga menuliskan, serangan semacam ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Saking canggihnya, program jahat yang dikirimkan oleh kelompok GOP ke sistem Sony tidak bisa dideteksi oleh program antivirus standar industri.

"Program jahat ini cukup merusak dan unik sehingga FBI sampai harus memberikan perigatan kepada perusahaan lain ihwal ancaman ini," lanjutnya.

Sayangnya, dalam memo tersebut, tidak dituliskan siapa tersangka dari kasus ini. Lynton hanya menjelaskan, kasus ini masih dalam tahap penyidikan.

Sebelumnya diberitakan bahwa server milik Sony berhasil diretas oleh sebuah kelompok bernama GOP. Serangan GOP konon menumbangkan sistem komputer Sony di seluruh dunia selama beberapa hari.

Pelaku mengaku mendapat bantuan "orang dalam" dalam melakukan aksinya, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana proses serangan dilakukan.

Kelompok tersebut diketahui berhasil mengambil beberapa dokumen penting perusahaan, seperti paspor para artis, kumpulan e-mail, laporan keuangan, film-film, dan password server.

Jati diri dan asal-muasal dari GOP hingga kini masih belum jelas. Sebelumnya diduga bahwa grup itu merupakan kaki tangan pemerintah Korea Utara, namun negeri dengan sistem pemerintahan komunis itu membantah terlibat dalam serangan terhadap Sony Pictures.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Recode

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.