Kompas.com - 14/12/2014, 10:28 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Poster The Interview

KOMPAS.com - Peretasan yang menimpa studio film Hollywood Sony Pictures difasilitasi oleh program jahat alias malware canggih.

Saking canggihnya, pihak Federal Bureau of Investigation (FBI) yang menyelidiki kasus tersebut mengatakan bahwa malware tersebut bisa membobol sebagian besar sistem keamanan komputer yang ada saat ini.

Malware yang dipakai mungkin bisa melewati 90 persen pertahanan internet yang dipakai oleh sektor swasta saat ini, bahkan mungkin juga menyusup ke sistem pemerintah,” ujar Asisten Direktur Divisi Cyber FBI, Joseph Demarest, seperti dikutip Kompas Tekno dari ArsTechnica,  Sabtu (13/12/2014).

Demarest menambahkan bahwa malware yang dipakai untuk meretas Sony Pictures dibuat dengan teknik tinggi, serta didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki niatan “serius” untuk menyerang.

“Berdasarkan upaya investigasi sejauh ini, kami bisa mengatakan bahwa mereka (para peretas Sony Pictures) sangat terorganisir dan gigih,” katanya lagi.

Pernyataan Demarest senada dengan Kevin Mandia, kepala firma keamanan Mandiant yang disewa Sony untuk ikut menyelidiki penyerangan yang menimpanya. Minggu lalu, Mandiant berujar bahwa serangan yang dilakukan “dengan strategi yang tidak biasa” dan “tidak mungkin diantisipasi oleh Sony Pictures”.

Peretas Sony Pictures berhasil mencuri sejumlah besar data dengan ukuran total melebihi 100 GB dari sistem internal Sony. Data yang dicuri termasuk informasi-informasi sensitif, seperti film yang belum dirilis, serta data pribadi milik puluhan ribu karyawan Sony Pictures.

Dalang di balik serangan ini diduga adalah negara Korea Utara yang mengecam film The Interview dari Sony Pictures. Korut keberatan dengan plot The Interview yang mengisahkan usaha pembunuhan terhadap pemimpin negeri tersebut, Kim Jong Un.

Tetapi pihak Korut sendiri telah menampik dugaan tersebut. Hingga kini masih belum jelas betul siapa yang bertanggung jawab atas insiden peretasan Sony Pictures.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.