Kompas.com - 20/12/2014, 12:07 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, saat meresmikan 4G LTE dari XL Axiata di Jakarta, Jumat (19/12/2014). Oik Yusuf/KompasTeknoMenteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, saat meresmikan 4G LTE dari XL Axiata di Jakarta, Jumat (19/12/2014).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyambut baik dimulainya komersialisasi layanan 4G LTE dari operator-operator seluler Tanah Air.

Setelah Telkomsel, kini giliran XL Axiata yang meresmikan layanan 4G LTE miliknya pada Jumat (19/12/2014), sementara Indosat disebut Rudiantara telah ikut memperoleh izin operasi dan tinggal menunggu waktu peluncuran resmi.

"Pemerintah akan terus mendorong 4G karena ini berkaitan dengan broadband plan, baik transmisi maupun aksesnya," kata Rudiantara saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran 4G LTE XL Axiata di mal La Piazza, Jakarta, Jumat (19/12/2014).

Dalam kesempatan itu, Rudiantara juga menyampaikan harapannya pada para operator seluler yang menggelar jaringan 4G LTE. Pertama dia menekankan perlunya edukasi soal jaringan berkecepatan tinggi ini kepada masyarakat.

"Saya ingatkan pada operator agar jangan hanya jualan, tapi lakukan juga edukasi," ujarnya. Rudiantara mencontohkan pemakaian data 4G yang volumenya akan lebih tinggi dibandingkan 3G dalam kurun waktu yang sama.

Menurut dia, kecepatan transfer data 4G yang lebih kencang dibandingkan 3G dapat mengakibatkan paket kuota data lebih cepat habis. Hal ini berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen.

"Mindset kita 'kan masih dalam hitungan menit. Kok waktunya sama tapi lebih mahal? Tentu karena transfer data lebih cepat, volumenya juga lebih besar."

Rudiantara juga menyoroti kesiapan ekosistem, terutama handset 4G yang menurut dia ketersediaannya di pasaran masih terbatas. "Ini juga menjadi concern buat pemerintah, bagaimana caranya menyediakan banyak handset dengan harga lebih murah," katanya.

Dalam hal ini, Rudiantara mengatakan pihaknya sudah mendapat komitmen dari vendor handset lokal untuk memproduksi perangkat 4G dengan harga terjangkau, misalnya Polytron.

Tak lupa Rudiantara menyinggung soal distribusi SIM card baru yang diperlukan untuk mengakses layanan 4G LTE milik operator. Jaringan berkecepatan tinggi ini memang mensyaratkan penggunaan SIM card baru yang berisi pengaturan konfigurasi jaringan 4G LTE. "Artinya, customer service harus ikut dibenahi," ujarnya.

Rudiantara mengingatkan para operator 4G agar jangan mengulangi kesalahan saat jaringan 3G pertama kali mulai digelar pada 2006 lalu. Ketika itu, penggelaran layanan 3G terkendala karena distribusi kartu SIM yang tidak optimal.

Dia menekankan bahwa pihak pemerintah selaku regulator berkomitmen mendorong ekosistem untuk membangun bisnis yang sustainable agar publik bisa menikmati internet cepat.

"Ada kompetisi ya tidak apa-apa. Semakin banyak kompetisi maka akan semakin bagus untuk masyarakat," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.