Review: Sony Xperia Z3, Desain Sama Rasa Beda - Kompas.com

Review: Sony Xperia Z3, Desain Sama Rasa Beda

Kompas.com - 22/12/2014, 13:41 WIB
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com
Sony Xperia Z3 memiliki rating ketahanan IP65/68 sehingga tahan di bawah air sedalam 1,5 meter selama 30 menit.
JAKARTA, KOMPAS.com - Penggemar Sony di Indonesia boleh bergembira, sebab Sony telah memasarkan generasi penerus smartphone premium Xperia, yaitu seri Z3 di Indonesia.

KompasTekno mendapat kesempatan menjajal smartphone Xperia Z3 yang dipasarkan dengan banderol harga Rp 8,5 juta ini.

Melihat desainnya, Xperia Z3 menganut pakem yang sama dengan lini Xperia sebelumnya, bentuk kotak panjang dengan bahan logam dan sentuhan yang mengkilat di belakangnya.

Namun, jika dilihat lebih dekat lagi, Sony kini mengusung desain yang lebih membulat dalam lini Xperia Z3. Hal itu terlihat pada bagian sisi-sisi Z3 berikut keempat sudut bodi smartphone.

Tak banyak yang tahu, namun Sony membuat rangka di ujung tepi Xperia Z3 dengan materi yang diperkuat. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah kerusakan apabila smartphone terjatuh.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com
Sony Xperia Z3 dalam genggaman.

Reska K. Nistanto/KompasTekno
Sudut-sudut smartphone Sony Xperia Z3 dibuat dari materi yang lebih keras untuk meredam benturan. Terlihat juga jack audio 3,5 mm yang terdapat di sisi atas smartphone sebelah kiri.
Xperia Z3 sendiri memiliki bodi dengan rating IP 65/68 yang membuat perangkat ini tahan terhadap benturan bila jatuh dari ketinggian 2 meter. Selain itu, bodi Z3 juga tahan terhadap siraman air, dan direndam di kedalaman 1,5 meter di bawah air selama 30 menit.

Walau sama-sama mengusung layar 5,2 inci, setidaknya ada beberapa peningkatan yang diberikan oleh Sony dalam Xperia Z3 dibanding pendahulunya, Xperia Z2.

Hal tersebut di antaranya adalah dimensi yang lebih tipis, bezel layar yang juga lebh tipis, dan bobot yang lebih ringan, 152 gram.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com
Ketebalan Sony Xperia Z3 dilihat dari smaping, nampak juga flap SDcard, tombol daya/lockscreen, volume, dan tombol shutter/shortcut untuk kamera.
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com
Slot microSD dan SIM card milik Sony Xperia Z3 dengan penutup yang terbuka.
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com
Konektor microUSB milik Sony Xperia Z3 yang berada di sisi kanan beserta port charger magnetik.
Layar

Seperti disinggung di atas, Xperia Z3 memiliki layar ukuran 5,2 inci. Resolusi yang dibenamkan Sony dalam perangkat premiumnya ini adalah resolusi Full HD 1920 x 1080 piksel, resolusi yang semakin populer dianut oleh smartphone-smartphone premium populer saat ini, walau trennya menuju ke arah resolusi Quad HD, seperti LG G3 atau Galaxy Note 4.

Dengan teknologi Triluminos, Sony menghadirkan layar yang terang dan tajam. Saking terangnya, saat menghidupkan layar dari kondisi mati di ruangan remang, bisa jadi pengguna akan silau melihat tampilan layar berwarna putih saat smartphone melakukan proses start-up.

Layar Xperia Z3 terlihat sangat terang dalam setting kecerahan maksimumnya, sangat terang bahkan saat dilihat di bawah sinar matahari langsung. Sudut pandangnya pun tidak mengecewakan, walau terjadi sedikit penyimpangan warna namun tidak terlalu kentara.

Yang menjadi perhatian, saturasi warna yang ditampilkan terlihat lebih tinggi jika dibandingkan dengan smartphone sekelasnya, seperti Galaxy Note 4 atau HTC One M8.

Antarmuka dan pengoperasian

Selama pengujian, kesan yang didapat dalam mengoperasikan antarmuka Xperia Z3 adalah terasa cepat dan mengalir dengan halus.

Antarmuka Android yang telah dimodifikasi Sony di Xperia Z3 terasa cepat dan mulus. Layar LCD dengan materi IPS yang diusungnya memiliki kesan yang nyaman dan halus saat disentuh dengan jari. Memiliki hardware yang mumpuni membuat transisi antarmuka di Xperia Z3 berjalan mulus.

Xperia Z3 secara default memiliki tujuh halaman homescreen yang bisa dipasangi berbagai shortcut aplikasi dan widget. Tombol utama yang terdapat di deretan paling bawah layar juga bisa dijangkau dengan ibu jari.

Namun saat membuka deretan aplikasi yang dimiliki dan berusaha menjangkau deretan aplikasi paling atas, pengguna mungkin akan mengalami kesusahan. Sehingga mau tak mau mereka harus menggunakan dua tangan untuk mengoperasikan.

Antarmuka Xperia Z3 juga memiliki homescreen yang interaktif untuk mengkases fitur pemutaran musik Walkman, galeri foto dan konten-konten video. Dengan demikian, fitur tersebut meningkatkan pamor Xperia Z3 sebagai perangkat hiburan yang unggul.

Multitasking dengan Xperia Z3 terasa cepat. Seperti perangkat Android lain, terdapat tombol shortcut di layar utama untuk mengakses beberapa aplikasi yang sedang dbuka.

Namun, dalam penggunaan sehari-hari, perangkat terasa panas saat membuka banyak aplikasi dan saat digunakan secara terus menerus. Panas di bagian belakang ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman saat menggenggam.

Hardware dan performa

Sony menyertakan prosesor Qualcomm Snapdragon 801 2,5 GHz. Prosesor ini bukan prosesor baru atau tercepat, namun saat dipasangkan dengan RAM 3 GB, Xperia Z3 bisa menangani tugas-tugas berat dengan cepat.

Antarmuka smartphone bisa dijelajahi dengan cepat walau Sony menyertakan efek grafis yang harus diakui sangat memanjakan mata. Tak diragukan lagi, dalam hal desain antarmuka, Sony dengan Xperia Z3-nya menjadi salah satu yang terbaik.

Untuk menguji performanya lebih lanjut, kami sempat menjalankan serangkaian uji coba menggunakan beberapa aplikasi benchmark. Beruntung, PC Mark baru saja merilis aplikasi benchmark-nya untuk platform Android. Kami pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Setelah mengunduh aplikasi PCMark di Xperia Z3, kami menjalankan uji coba produktivitas dan daya tahan baterai. Selain itu, kami juga menguji kemampuan grafis Xperia Z3 dengan aplikasi 3d Mark.

Untuk uji produktivitas yang terdiri atas browsing, teks, membuka dan mengedit foto, serta menjalankan video, berikut adalah hasil skornya.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com
Skor performa PCMark Xperia Z3
Setelah itu, kami menjalankan uji ketahanan baterai masih dengan aplikasi yang sama. Dalam uji kali ini, Xperia Z3 mampu bertahan selama sekitar 7 jam.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com
Daya tahan baterai Xperia Z3 setelah diuji dengan PCMark untk Android.

Selain menjalankan aplikasi PC Mark, kami juga sempat menjalankan uji Antutu Benchmark yang hasilnya adalah seperti berikut ini.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com
Hasil skor Antutu Benchmark Sony Xperia Z3
Walau dalam peringkat benchmark di atas Xperia Z3 terlihat masih kalah dibandingkan dengan perangkat lain seperti Galaxy Note 3, S5, dan HTC One M8. Namun dalam penggunaan sehari-hari, kami tidak merasa ada kendala soal performa. Aplikasi produktifitas seperti e-mail, Evernote bisa dijalankan dengan lancar.

Bermain game-game dengan grafus yang berat seperti Real Racing 3 juga tidak ada kendala berarti. Hanya saja layarnya yang mungkin bagi sebagian orang masih dianggap kecil jika dibanding dengan lini Galaxy Note Samsung, sehingga pengalaman bermain game menjadi berkurang.

Kamera

Fitur ini menjadi satu perhatian penting, karena faktor kamera seringkali menjadi penentu sebagian orang dalam memilih smartphone.

Reska K. Nistanto/KompasTekno
Modul lensa kamera utama di bagian belakang Sony Xperia Z3. Terukir logo seri G Lens yang dikembangkan bersama pabrikan optik Carl Zeiss, ukuran sensor 1/2,3 inci serta resolusi sensor sebesar 20,7 megapixel yang diusungnya. Lampu flash LED bertengger di bawah lensa.
Dalam Xperia Z3, seperti seri-seri sebelumnya, Sony juga mengintegrasikan sensor kamera 20,7 megapiksel dengan paduan diafragma lensa f2,0 yang lebih lebar dibanding pendahulunya, Xperia Z2.

Selain itu, sudut lensa terlebar yang disertakan Sony juga ditambah menjadi 25 mm di Xperia Z3. Dengan demikian, dalam jarak yang sama, pengguna bisa mendapatkan sudut pandang kamera yang lebih lebar. Fitur ini cocok untuk memotret pemandangan atau foto kelompok.

Sensitivitas ISO yang disertakan Sony juga digenjot hingga ISO 12800 yang diklaim menjadi yang pertama dalam smartphone. Dengan paduan diafragma yang lebar, serta fitus stabilisasi lensa SteadyShot, maka Xperia Z3 unggul dalam pemotretan dalam kondisi minim cahaya.

Sony juga meningkatkan kemampuan fitur SteadyShot dan Intelligent Active Mode untuk perekaman video yang lebih stabil dan lebih tajam.

Berikut adalah beberapa hasil foto yang diambil dengan Sony Xperia Z3.

Reska K. Nistanto/KompasTekno
Contoh hasil foto kamera Sony Xperia Z3 dengan setting ISO 12800 dalam kondisi minim cahaya, bintik gambar walau terlihatnamun masih tergolong halus.
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com 
Hasil foto Sony Xperia Z3, di sini terlihat saturasi dan kontras yang tinggi yang dihasilkan oleh sensor kamera Sony. Detil di bagian tengah tergolong tinggi, namun di sudut-sudutnya detil mulai berkurang.


Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Rentang dinamis foto tergolong lebar, detil di area berbayang pada ban pelampung bisa dimunculkan sembari mmpertahankan area terang di bagian gedung dan kapal. Namun suasana langit yang aslinya biru tidak bisa dipertahankan karena sensor mengejar exposure yang difokuskan di area ban pelampung.
Baterai

Baterai dalam Xperia Z3 kapasitasnya sedikit lebih rendah dibanding pendahulunya Z2, yaitu 3100 mAh dalam Z3, 3200 mAh dalam Z2. Namun Sony mengklaim berkat optimasi software, Xperia Z3 memiliki daya tahan baterai yang lebih lama.

Xperia Z2 sebelumnya diklaim memiliki ketahanan 1,4 hari, sementara Z3 kini diklaim Sony memiliki ketahanan baterai hingga 2 hari.

Dalam pemakaian sehari-hari, daya tahan baterainya bisa bertahan selama kurang lebih 16 jam, dengan asumsi pemakaian normal, seperti menelepon/SMS, messaging, jejaring sosial, e-mail dan sejenisnya. Umur baterai akan berkurang jika digunakan untuk memutar musik, video atau streaming.

Kompatibilitas dengan PlayStation 4

Untuk pertama kalinya, Sony membuat evolusi dengan memungkinkan semua smartphone Xperia-nya (tak hanya Xperia Z3 saja) sebagai layar kedua saat bermain konsol PlayStation 4. Fitur tersebut diberi nama PS4 Remote Play.

Sony menyediakan docking khusus yang bisa mengakomodasi semua ukuran layar Xperia, dan memasangkannya dengan kontroler PS4. Saat keduanya dipasangkan, perangkat itu menjadi layaknya konsol game portabel, PS Vita.

Reska K. Nistanto/KompasTekno
Xperia Z3 juga bisa dijadikan sebagai layar kedua konsol game PlayStation 4 dengan docking tambahan dan koneksi WiFi melalui aplikasi PS4 Link.
Layar smartphone Xperia akan terhubung dengan mesin PS4 sebagai layar kedua melalui koneksi WiFi. Untuk menghubungkannya, pengguna harus memasang aplikasi "PS4 Link" yang bisa didapat di Google Play Store secara gratis.

Saat mencoba, dengan dukungan WiFi standar rumahan, tidak ada jeda antara gambar yang ditampilkan di layar TV dan di layar Xperia. Namun kendala bisa saja terjadi jika koneksi jaringan WiFi banyak yang memakai.

Kesimpulan

Xperia Z3 merupakan smartphone Sony yang unggul dalam hal performa dan ketahanan. Kameranya juga akan membuat pengguna puas. Ditambah lagi dengan beragam fitur yang disertakan, termasuk video gerak lambat.

Meski desainnya sekilas mirip dengan Xperia Z2, smartphone ini lebih ramah dipegang dan terasa lebih nyaman saat dioperasikan.

Hanya saja permukaan belakang yang licin akan membuat penggunanya lebih berhati-hati saat menggenggam. Pengguna Xperia Z3 disarankan menggunakan casing tambahan dari pihak ketiga.

Dengan RAM 3 GB dan prosesor yang tangguh, Z3 siap diajak untuk bekerja, gaul di media sosial, menonton YouTube, dan bermain game ringan hingga berat.

Apabila Anda penggemar berat smartphone Xperia, Z3 merupakan pilihan yang tepat yang bisa bersaing dengan smartphone premium lain, seperti LG G3, Samsung Galaxy S5, atau HTC One M8. Fitur PS4 remote Play dan ketahanannya terhadap debu dan air juga menjadi daya tarik.

Spesifikasi Sony Xperia Z3:

Jaringan: GSM 850/900/1800/1900
Layar: IPS LCD 5,2 inci
Resolusi layar: 1080 x 1920 pixel, 16 juta warna (424 ppi)
Sistem operasi: Android 4.4 KitKat
Chipset: Qualcomm MSM8974AC Snapdragon 801
CPU: Quad-core 2.5 GHz Krait 400
RAM: 3 GB
GPU: Adreno 330
Penyimpanan Internal: 16 GB
Penyimpanan eksternal: microSD hingga 128 GB
Kamera: depan 20,7 megapixel, LED flash, autofokus; Belakang 2,2 megapixel, video 1080p 30 fps.
Konektivitas: microUSB 2.0, USB On-the-Go, Bluetooth 4.0, Jack audio 3,5 mm,
Baterai:Li-ion 3100 mAh non-removable
Dimensi: 146 x 72 x 7,3 mm
Bobot: 152 gram


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorReza Wahyudi

Close Ads X